KSM TPS 3R di Sambas Ubah Sampah Jadi Kompos dan Barang Bernilai, Tangani Masalah Persampahan

Menurutnya, saat ini program TPS 3R telah menyentuh sekitar 400 Kepala keluarga di desa Lumbang.

KSM TPS 3R di Sambas Ubah Sampah Jadi Kompos dan Barang Bernilai, Tangani Masalah Persampahan
Istimewa
Pengolahan sampah organik dan Anorganik Menjadi pupuk kompos, dan beberapa barang bermanfaat lainnya. 

KSM TPS 3R di Sambas Ubah Sampah Jadi Kompos dan Barang Bernilai, Tangani Masalah Persampahan

SAMBAS - Banyaknya sampah yang menumpuk ditempat-tempat tertentu sangat menggangu aktivitas masyarakat. Salah satunya adalah di Tempat pembuangan akhir (TPA).

Karenanya dapat menyebabkan bau yabg tidak sedap dan bisa menimbulkan penyakit bagi masyarakat sekitar.

Untuk mengurangi dampak tersebut, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat pengelolaan sampah residu, reuses, recycle (TPS 3R) Desa Lumbang, Kecamatan Sambas membuat program penangangan masalah persampahan.

Ketua KSM Abdi Kurnianto mengungkapkan program KSM TPS 3R bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Baca: Sambas Akan Laksanakan Pilkades Serentak, Ini Harapan IMTEK

Baca: Pemkab Akan Lakukan Open Bidding, Ini Tanggapan DPRD Sambas

Dimana untuk sampah organik akan dijadikan kompos, sementara sampah an organik akan didaur ulang atau digunakan kembali.

Ia menjelaskan, sampah organik yang akan dijadikan kompos merupakan sampah yang bisa diurai contohnya yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari seperti daun yang kering, kotoran hewan, sisa pengolahan tanaman atau sayuran, dan pengolahan makanan.

"Kalau untuk sampah an organik seperti plastik, kaleng besi dan sebagainya akan didaur ulang atau dimanfaatkan kembali, sampah ini tidak bisa terurai," ungkapnya, Minggu (19/5/2019).

Ia mengatakan, Persoalan sampah disampaikan sangat sulit dan bahkan tidak pernah selesai. Dan tidak menutup kemungkinan masalahnya akan terus meningkat, hal ini dikarenakan daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis bahan pokok dan hasil teknologi cukup tinggi. 

"Sehingga apabila persoalan sampah tidak ditangani segera maka kondisi tersebut akan sulit dikendalikan, bahkan bisa menimbulkan penyakit," tuturnya.

Baca: Rumah Makan yang Buka Saat Sahur di Kota Sambas

Baca: Naik Dango XIII di Sambas Diharapkan Masuk Kalender Peningkatan Budaya dan Dilestarikan

Menurutnya, saat ini program TPS 3R telah menyentuh sekitar 400 Kepala keluarga di desa Lumbang.

"Untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat, kita juga berupaya melakukan sosialisasi ke sekolah, ke ibu rumah tangga bahkan dilakukan juga berbentuk event dan joging sambil memungut sampah," jelasnya.

Untuk itu, keterlibatan masyarakat sangat strategis, dengan ikut serta mengumpulkan sampah dirumahnya karena setelah itu tim dari pengelolaan sampah akan melakukan penjemputan untuk mengambil sampah tersebut.

"Untuk jadwal penjemputan sampah kita jadwalkan pada Selasa, Rabu, Jum'at dan Sabtu, sementara pada Kamis, Minggu merupakan hari pemilihan kategori sampah," tutupnya. 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved