Galih: Sambas Perlu Pemimpin dengan Visi Misi Yang Kuat dan Terukur

Sejak era otonomi daerah yang salah satunya digelarnya pilkada langsung Kab/Kota di seluruh Indonesia

Galih: Sambas Perlu Pemimpin dengan Visi Misi Yang Kuat dan Terukur
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Direktur Eksekutif Bumi Assambassy, Galih Usmawan

Galih: Sambas Perlu Pemimpin Dengan Visi Misi Yang Kuat dan Terukur

SAMBAS- Direktur Eksekutif Bumi Assambassy, Galih Usmawan mengatakan pada 2020 mendatang, Kabupaten Sambas akan memilih Bupati untuk yang ke-empat kalinya sejak era Otonomi Daerah.

"Dalam waktu tidak lama lagi Kabupaten Sambas akan menggelar pilkada pada September 2020. Sejak era otonomi daerah yang salah satunya digelarnya pilkada langsung Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia," ujarnya, Minggu (19/5/2019).

"Kabupaten Sambas telah memiliki tiga kepala daearah, diantaranya H Burhanudin A. Rasyid dan dr. Hj Juliarti, lalu dr. Hj. Juliarti dan Pabali Musa, dan yang saat ini  Atbah Roman Suhaili dan Hj. Hairiah," ungkapnya.

Namun demikian, Ia katakan dari tiga Bupati yang ada, Kabupaten Sambas belum bisa keluar dari predikat Kabupaten yang sehat pengelolaan keuangan daerahnya.

Yang ditandai dengan meraih predikat Wajar Tanpa Pengucualian (WTP). Praktis selama ini tidak belum pernah diraih oleh Sambas selama menjadi Kabupaten.

Baca: Muhammadiyah Singkawang akan Bangun RSI Aisyiyah 8 Lantai

Baca: Vincent Kompany Tinggalkan Manchester City Setelah 11 Tahun, Raih 4 Juara Liga Inggris

"Selain itu Kabupaten Sambas sebagai daerah agraris, dari sisi postur anggaran pertanian masih sangat rendah, sedangkan kontribusi PDRB-nya sangat besar, artinya keberpihakan pemda dibidang pertanian dirasa sangat rendah, dan potret tingkat IPM Sambas juga masih kurang menggembirakan dibanding daerah otonom baru seperti kabupaten Landak dan KKR (Kubu Raya-Red)," kata Galih.

Oleh karenanya, Kedepan diperlukan figur kepala daerah yang mempunyai visi yang jelas dan terukur serta basis kepemimpinan yang kuat. 

Dengan demikian, diharapkan Sambas bisa lebih baik kedepannya.

"Kabupaten Sambas kedepan memerlukan kombinasi figur Politisi-Akademisi atau Politisi-Birokrasi. Pilkada 2020 kaum akademisi harus mengambil peranan untuk memperbaiki keadaan Kabupaten Sambas agar berlari lebih kencang mengejar ketertinggalan," tutup Galih.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved