Pemilu 2019

Umi: Para Anggota DPRD Incumbent yang tak Terpilih harus Tuntaskan Tugas

Ia menilai hasil pemilu tidak bisa diprediksi bahwa inkumben pasti terpilih kembali

Umi: Para Anggota DPRD Incumbent yang tak Terpilih harus Tuntaskan Tugas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Umi Rifdiawaty. 

Umi: Para Anggota DPRD Incumbent yang tak Terpilih harus Tuntaskan Tugas 

PONTIANAK - KPU Provinsi Kalbar beberapa waktu lalu baru saja menuntaskan rapat pleno rekapitulasi peroleh suara Pileg dan Pilpres 2019.

Hasilnya sejumlah wajah baru anggota DPRD Provinsi Kalbar akan mendominasi komposisi DPRD Provinsi Kalbar periode 2019-2024 mendatang.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Tribun Pontianak dari sekretariat DPRD Provinsi Kalbar dan disandingkan dengan data KPU Kalbar.

Baca: Uskup Agung Pimpin Misa Pembukaan Gawai Dayak ke 34, Pelaksanaan Berlangsung Khidmat

Baca: Golkar Raih Suara Tertinggi di Pileg DPR RI Kalimantan Timur! PDIP, Gerindra & PKS Masuk Empat Besar

Data yang dihimpun dari 65 kursi DPRD kalbar Sebanyak 39 merupakan caleg wajah baru atau Sekitar 60 persen anggota DPRD Kalbar periode 2019-2024 merupakan wajah baru dan 26 orang atau sekitar 40 persen sisanya merupakan Anggota Dewan Periode lama yang kembali terpilih pada pileg 2019 ini.

Menanggapi hal tersebu Presedium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Provinsi Kalbar Umi Rifdiyawati menuturkan wajah baru yang mendominasi anggota DPRD Provinsi terpilih hasil pemilu 2019 adalah sebuah keniscayaan, karena pemilu merupakan mekanisme legal bagi rakyat untuk menentukan pilihannya apakah masih akan memilih calon yang sedang menjabat atau akan memilih calon lain sebagaimana yang ditawarkan oleh masing masing partai politik.

"Dalam pemilu yang demokratis semua calon punya peluang yang sama tidak ada perbedaan antara yang masih menjabat dengan yang tidak menjabat semuanya berusaha merebut hati rakyat agar mau memilih mereka," ujarnya.

Ia menilai hasil pemilu tidak bisa diprediksi bahwa inkumben pasti terpilih kembali. Karena melalui pemilu rakyat menggunakan daulatnya dalam menilai wakil rakyat yang sudah diberikan mandat untuk periode lalu, akan ada reward dan punishmen.

"Jika dianggap baik akan dipilih kembali demikian juga sebaliknya rakyat punya kuasa untuk tidak memilih kembali jika dianggap selama menjabat performa kinerjanya kurang baik," ujarnya.

Baca: Golkar Raih Suara Tertinggi di Pileg DPR RI Kalimantan Timur! PDIP, Gerindra & PKS Masuk Empat Besar

Baca: VIDEO: Puluhan Peserta Meriahkan Lomba Karaoke di Bazar Tribun Pontianak

Selain itu juga ada faktor lain, diantaranya beberapa anggota DPRD Provinsi eksisting juga mencalonkan diri pada lembaga pemilihan lain, misalnya ada yang mencalonkan diri sebagai calon DPD dan calon DPR RI.

Terkait para anggota DPRD yang tak terpilih, idealnga hal itu tidak mempengaruhi kinerjanya karena anggota DPRD Provinsi yang sekarang kan statusnya masih anggota DPRD yang sah sampai masa jabatannya berakhir dengan dilantiknya anggota DPRD Provinsi yang baru.

Anggota DPRD Provinsi yang sekarang kepada mereka masih melekat hak dan kewajiban mereka sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat tentu hak dan kewajiban tersebut harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab sampai akhir masa jabatannya.

"Tentu para caleg termasuk anggota DPRD yang masih menjabat harus paham dan sadar bahwa terpilih dan tidak terpilih kembali adalah sebuah konsekuensi logis dalam pemilu," ujarnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved