Geluti Dunia Balap Sejak Usia Muda, Nurshafila Juga Bercita-cita Menjadi Dokter

"Dokter itu cita-cita saya sejak kecil dan menjadi pembalap ini merupakan hobi saya," tambahnya.

Geluti Dunia Balap Sejak Usia Muda, Nurshafila Juga Bercita-cita Menjadi Dokter
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Nurshafila, Pembalap Kabupaten Mempawah Kelas Women 130 cc Standar Formula. 

Geluti Dunia Balap Sejak Usia Muda, Nurshafila Juga Bercita-cita Menjadi Dokter

PONTIANAK - Nurshafila gadis asal Mempawah yang menjadi pembalap muda, memiliki karakter yang tomboi dengan balutan hijab yang menawan.

Ia dikenal dengan beberapa aksinya saat melakukan balap liar di suatu tempat angker sering ia lakukan pada masa sekolah. Nurshafila yang memiliki hobi balap tersebut memiliki tekad dan keberanian yang kuat saat melakukan balapan di arena sirkuit.

Dengan badan mungilnya serta senyum gadis tomboi tersebut ia juga sempat menjadi sorotan masyarakat setempat karena hal yang tak biasa dilakukan oleh gadis seusianya itu.

Tak heran jika pada awalnya orangtua Nurshafila marah dengan hobinya. Namun ia berhasil membuktikan kepada kedua orangtuanya bahwa ia bisa menjadi sosok rider pemenang yang tidak gampang takluk dengan sebutan "wanita".

Baca: FOTO: Nurshafila, Si Pembalap Kelas Women 130 cc Standar Formula

Baca: FOTO: Nurshafila, Si Pembalap Kelas Women 130 cc Standar Formula

"Orangtua sempat marah dan ngelarang itu pasti pada awalnya, namun karena ini dunia saya dan hobi saya saya mencoba memberanikan diri untuk tampil dan mengikuti lomba tingkat women dan setelah menang saya beritahu kepada orangtua saya bahwa saya bisa," paparnya.

Hingga kini akhirnya Nurshafila pun direstui orangtuanya untuk ikut dalam bertanding di sirkuit kecil hingga besar. Bahkan impiannya bisa menjadi skala go nasional khusus Kalbar.

Uniknya, cita-cita yang ia inginkan terbayar jauh berbeda dari hobinya itu. Saat ditemui dan diwawancarai oleh Tribun ia mengatakan bahwa dirinya ingin sekali menjadi sosok seorang dokter.

Baca: Hijaber dari Mempawah Ini Salurkan Hobi Balapan, Mantap Terjun ke Racing Bike 131 CC

Baca: Jadwal Latihan Bebas, Kualifikasi Penentuan Pole Position, dan Balapan MotoGP Prancis

"Dokter itu cita-cita saya sejak kecil dan menjadi pembalap ini merupakan hobi saya," tambahnya.

Tak bisa dipungkiri, rasa ingin tahunya terhadap dunia balap juga semakin berkembang. Sering kali ia salah masuk kelas dalam pertandingan. Banyak lawan yang didapatkan merupakan ahli-ahli yang lebih sering mendapatkan juara.

Namun karena ia ingin mencoba dari rasa penasaran tersebut, akhirnya ia tetap memilih ikut dalam pertandingan tanpa ragu-ragu. "Apapun hasilnya ya kita serahkan pada Tuhan, saya menjalani saya mendapatkan pengalaman dan saya dapatkan keberanian," sebutnya.

Nurshafila yang baru saja tamat sekolah juga merasa dirinya perlu mendapatkan ilmu pengetahuan. Walaupun hobi yang anti mainstream tersebut jarang ditemui pada sosok wanita, ia tetap akan melanjutkan studynya ke jenjang berikutnya.

"Hobi itu pasti, pendidikan juga tidak kalah penting. Jika bisa bergandengan saya akan tetap memilih keduanya tanpa ragu," pungkasnya dengan semangat.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved