Kalbar 24 Jam

Kalbar 24 Jam - Rumah Tersambar Petir, Darsita Tewas Bersimbah Darah, hingga Prostitusi Online

Sang pemilik rumah yang bernama Sarimah (27) mengungkapkan bahwa kejadian nahas ini terjadi sekira pukul 03.00 WIB dini hari.

Kalbar 24 Jam - Rumah Tersambar Petir, Darsita Tewas Bersimbah Darah, hingga Prostitusi Online
Kolase/Tribunpontianak.co.id
Kalbar 24 Jam - Rumah Tersambar Petir, Darsita Tewas Bersimbah Darah, hingga Prostitusi Online 

Lalu ia mengungkapkan terdengar lagi suara petir yang lebih besar.

Pada suara petir yang kedua ia melihat secara langsung percikan api merembet dari tiang antena, memasuki rumahnya dan kemudian rembetan api itu langsung membesar di bagian belakang rumahnya. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>

2Darsita Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Sebelumnya Sempat Cekcok dengan Suami

Tim Reskrim dari Polres Ketapang saat usai melakukan olah TKP di rumah korban.
Tim Reskrim dari Polres Ketapang saat usai melakukan olah TKP di rumah korban. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA)

Warga Kelurahan Sukaharja Kecamatan Delta PawanKabupaten Ketapang, dihebohkan dengan penemuan mayat seorang ibu rumah tangga bernama Heni Darsita (43), di dalam kamar mandi rumahnya di Komplek Praja Nirmala, Blok E RT 17/03, Kamis (16/05/2019).

Korban diduga kuat meninggal dunia akibat dibunuh lantaran ditemukan luka-luka dibagian tubuh korban.

"Tadi malam dirumah ada anak dan suaminya. Informasi korban cek-cok sama suaminya," ungkap Rizal.

Ia melanjutkan, usai cekcok sang anak kemudian pergi keluar rumah dan pulang kerumah sekitar pukul 22.00 Wib.

Foto Heni Darsita (43) semasa masih hidup
Foto Heni Darsita (43) semasa masih hidup (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA)

 

Baca: Ada Ancaman Mau Dibunuh Hingga Alasan Sering Cekcok, Ini Pengakuan Keluarga Darsita

Baca: Polisi Selidiki Penyebab Kematian Heni Darsita

Baca: Dikenal Ramah, Darsita Merupakan Kader Partai

Kemudian pada saat hendak sahur anak korban sempat membangunkan korban untuk sahur dengan cara mengetuk pintu kamar korban namun tidak direspon oleh korban.

"Karena dipanggil-panggil tidak bangun, anak korban lanjut sahur dan kemudian tidur kembali. Sekitar pukul 11 atau 12 siang baru ketahuan, saat pintu didobrak ternyata korban sudah meninggal dan kondisi sudah berdarah dibagian wajahnya," jelasnya.BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>>

3. Update Peringatan Dini Cuaca di Kalbar - Awas Potensi Hujan Lebar Disertai Petir Malam Ini

Petir
Petir ()
Halaman
1234
Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved