Ramadan

Jalani Puasa Saat Radang Tenggorokan, Ikuti Tips Ini Supaya Puasa Tetap Lancar!

Jalani Puasa Saat Radang Tenggorokan, Ikuti Tips Ini Supaya Puasa Tetap Lancar!

Jalani Puasa Saat Radang Tenggorokan, Ikuti Tips Ini Supaya Puasa Tetap Lancar!
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Jalani Puasa Saat Radang Tenggorokan, Ikuti Tips Ini Supaya Puasa Tetap Lancar! 

Jalani Puasa Saat Radang Tenggorokan, Ikuti Tips Ini Supaya Puasa Tetap Lancar! 

Ketika menjalani ibadah puasa, daya tahan tubuh bisa menurun sehingga Anda lebih rentan diserang virus dan bakteri.

Anda pun mungkin saja mengalami radang tenggorokan akibat infeksi bakteri.

Pada dasarnya radang tenggorokan bukanlah jenis infeksi serius.

Penyakit ini akan sembuh dalam waktu kira-kira seminggu.

Namun, dalam beberapa kasus penyakit radang tenggorokan bisa menimbulkan komplikasi yang cukup mengkhawatirkan.

Apalagi jika Anda mengidap penyakit yang menyerang kekebalan tubuh misalnya HIV/AIDS atau kanker.

Ilustrasi
Ilustrasi (IST)

Anda juga sebaiknya langsung periksa ke dokter kalau radang tak sembuh meski sudah beberapa minggu, demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, sulit menelan atau bernapas, mengeces, atau suara Anda hilang.

Tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing, Anda sebenarnya masih bisa menjalani puasa saat radang tenggorokan.

Namun, perhatikan baik-baik panduan berikut ini agar puasa tetap lancar dan penyakit radang tenggorokan bisa cepat sembuh.

1. Bernapas lewat hidung, jangan lewat mulut

Selama Anda berpuasa, jangan bernapas lewat mulut.

Bernapas lewat mulut akan membuat tenggorokan semakin kering dan terasa sakit.

Namun bila Anda juga sedang pilek mungkin secara tak sadar Anda bernapas lewat mulut karena hidung tersumbat.

Maka, pastikan Anda selalu bernapas dari hidung.

2. Pakai masker dan kurangi bicara

Seperti halnya bernapas lewat mulut, banyak berbicara juga akan membuat tenggorokan semakin terasa kering.

Ini lantaran saat berbicara udara dan berbagai partikel asing seperti debu akan masuk ke tenggorokan lewat mulut.

Maka sebisa mungkin batasi berbicara selama radang tenggorokan.

Untuk menghindari udara, debu, kotoran, bakteri, atau partikel asing yang masuk ke mulut dan membuat tenggorokan makin iritasi, pakai masker sepanjang hari.

3. Hindari udara atau ruangan yang kering

Ruangan atau cuaca yang kering akan membuat produksi liur dan lendir di tenggorokan berkurang.

Akibatnya, peradangan bisa tambah parah. Jadi, hindari ruangan atau tempat terbuka yang udaranya kering.

Jika mungkin, pasang pelembap udara (air humidifier) dan hindari pakai kipas angin.

Kalau Anda pakai pendingin ruangan (AC), atur supaya suhunya tak terlalu dingin dan anginnya tak menghembus terlalu kencang ke arah Anda.

4. Berkumur dengan air garam

Air garam terbukti dapat mengurangi iritasi dan peradangan di tenggorokan.

Maka, Anda bisa kumur dengan garam yang sudah dilarutkan dalam segelas air hangat saat sahur, buka puasa, dan sebelum tidur.

Saat berkumur dengan air garam, jangan menelan airnya. Cukup kumur sambil menengadah selama beberapa detik.

Pastikan cairannya menyentuh tenggorokan, lalu buang airnya.

Kalau air garam rasanya terlalu kuat buat Anda, campurkan dengan satu sendok teh madu.

Hasil gambar untuk berkumur

5. Buka dan sahur dengan menu makanan yang mudah ditelan

Supaya iritasi tidak bertambah parah, pilih menu makan yang mudah ditelan seperti sup ayam.

Hindari gorengan, kerupuk, atau makanan bersantan kental yang mungkin membuat tenggorokan jadi makin sakit.

Pastikan Anda juga minum banyak air setelah buka puasa sampai waktunya sahur.

6. Menghirup uap panas

Kalau tenggorokan terasa sangat kering dan tak nyaman, coba hirup uap dari air panas.

Didihkan air secukupnya dan tuang di mangkuk.

Kemudian letakkan mangkuk di bawah wajah Anda dan bernapaslah seperti biasa.

Biarkan uapnya terhirup lewat hidung.

Supaya uapnya tidak cepat hilang, Anda bisa menutupi kepala dan mangkuk dengan handuk atau kain.

Ulangi cara ini beberapa kali sehari supaya tenggorokan lebih nyaman.

7. Istirahat

Agar bisa tetap puasa saat radang tenggorokan, istirahat bisa jadi kuncinya.

Seorang ahli penyakit dalam dr. Jeffrey Linder dari Boston, Amerika Serikat mengatakan bahwa agar tubuh bisa bekerja melawan infeksi, Anda harus cukup beristirahat.

Pastikan Anda tidur selama tujuh sampai sembilan jam sehari.

Selain itu, sebaiknya hindari dulu kerja lembur atau begadang. (*) 

Penulis: Mirna Tribun
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved