Internasional

Saudi Tutup Jaringan Pipa Minyak, Ini Penyebabnya  

Dua stasiun pompa minyak telah menjadi target drone pada Selasa (14/5/2019) pagi.

Saudi Tutup Jaringan Pipa Minyak, Ini Penyebabnya   
REUTERS/Ahmed Jadallah
Tangki dan pipa minyak Aramco di kilang minyak Ras Tanura dan terminal minyak di Arab Saudi pada 21 Mei 2018. 

Saudi Tutup Jaringan Pipa Minyak, Ini Penyebabnya

RIYADH - Serangan drone atau pesawat tak berawak yang diklaim oleh pemberontak Yaman, Houthi, membuat Arab Saudi harus menutup salah satu jaringan pipa minyak utama.

Serangan tersebut semakin meningkatkan ketegangan di wilayah Teluk setelah sabotase misterius beberapa kapal di Uni Emirat Arab.

Laporan kantor berita AFP menyebutkan, dua stasiun pompa minyak telah menjadi target drone pada Selasa (14/5/2019) pagi.

Baca: Kerajaan Arab Saudi Apresiasi Kepemimpinan Indonesia

Dua stasiun itu terletak di East West Pipeline, yang mampu memompa lima juta barel minyak sehari dari Provinsi Timur yang kaya minyak ke pelabuhan di Laut Merah.

Menteri Energi Khalid al-Falih mengatakan perusahaan Aramco telah menutup sementara pipa sehingga peninjauan kondisi bisa dilakukan.

Meski demikian, dia meyakini hal tersebut tidak akan menganggu produksi minyak dan ekspor.

"Ini aksi terorisme yang tidak hanya menargetkan kerajaan tetapi juga keamanan pasokan minyak dunia dan ekonomi global," katanya.

Pipa sepanjang 1.200 km itu berfungsi sebagai alternatif ekspor minyak mentah Saudi apabila Selat Hormuz akan ditutup.

Iran berulang kali mengancam akan menutup selat itu jika terjadi konfrontasi militer dengan AS.

Halaman
12
Editor: Dian Lestari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved