Pengeroyokan di Singkawang

Pengeroyokan 4 Bocah hingga Tewas di Singkawang, Kapolres Beberkan Kronologinya

Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi, mengatakan kejadian bermula dari saling ejek di media sosial.

Pengeroyokan 4 Bocah hingga Tewas di Singkawang, Kapolres Beberkan Kronologinya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HAMDAN DARSANI
Kapolres Singkawang AKBP Raymond Masengi 

Pengeroyokan 4 Bocah hingga Tewas di Singkawang, Kapolres Beberkan Kronologinya

SINGKAWANG - Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi, mengatakan kejadian bermula dari saling ejek di media sosial.

Hingga terjadi tindak kekerasan yang dilakukan empat bocah masing-masing berinisial F (16), C (14), H (13) dan E (16).

Keempat anak tersebut diduga telah melakukan pembunuhan, yang mengakibatkan John Felix (14), meninggal dunia di Jl Raya Tanjung Batu Dalam RT 012/ RW 003 Kopisan Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan Minggu (12/5) sekitar pukul 21.15 malam.

"Berdasarkan kronologis kejadian, korban Felix mengatakan sebuah kata ejekan kepada tersangka H melalui media sosial , kemudian tersangka H tidak terima dan selanjutnya pada hari Minggu sekitar pukul 20.00 malam, dan datang menemui korban bersama tiga orang pelaku lainnya," ujarnya, Rabu (15/5/2019).

Ia menjelaskan, pada saat berada Tempat Kejadian Perkara (TKP) sempat terjadi cekcok mulut antara korban dan tersangka.

Baca: BREAKINGNEWS: Empat Bocah di Singkawang Diduga Lakukan Pengeroyokan hingga Tewas

Baca: Gara-gara Postingan Terbarunya di Kolam Renang, Fadel Islami Dituding Tak Puasa

Baca: Di Kalbar, Partisipasi Masyarakat Terhadap Pilpres Lebih Tinggi Daripada Pileg

Yang kemudian berujung pada terjadinya perkelahian yang berlanjut dengan pemukulan oleh empat orang anak di bawah umur tersebut terhadap korban.

Akibat dari kejadian tersebut,
orangtua korban lansung membawa korban ke RSUD dr Abdul Aziz Singkawang.

Dan lalu dirujuk ke Pontianak, namun dalam perjalanannya korban meninggal dunia saat perjalanan menuju Pontianak, tepatnya di Mempawah.

Atas perbuatannya, tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan ancaman penjara 15 tahun dan denda Rp 13 Miliar.

"Tersangka dijerat dengan Pasal 80 Ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun dan denda Rp 13 milyar," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved