Masuk Musim Kemarau, Belalang Kembara Ancam Padi Petani di Ketapang

BMKG memprediksi sudah memasuki musim kemarau. Tentunya hal tersebut menjadi kekhwatiran bagi para petani di Ketapang

Masuk Musim Kemarau, Belalang Kembara Ancam Padi Petani di Ketapang
NET
Ilustrasi 

Masuk Musim Kemarau, Belalang Kembara Ancam Padi Petani di Ketapang

KETAPANG - Cuaca panas mulai dirasakan sejak beberapa pekan terakhir di Ketapang. Instensitas hujan juga sudah mulai berkurang, bahkan BMKG memprediksi sudah memasuki musim kemarau. Tentunya hal tersebut menjadi kekhwatiran bagi para petani di Ketapang.

Musim kemarau dirasa akan sangat berdampak pada sektor pertanian di seluruh pelosok Ketapang, khususnya tanaman padi yang menggunakan pola tanam tadah hujan. Selain akan mengganggu pemenuhan pasokan air ke lahan pertanian, musim kemarau juga menjadi puncak munculnya hama belalang kembara (locusta migratoria).

Satu diantara petani padi di Desa Sungai Besar Kecamatan Matan Hilir Selatan, As'ari (40), mengatakan musim kemarau adalah masa yang cukup sulit bagi petani. Berbagai kendala pun dihadapi saat musim kemarau tiba.

"Masalah utamanya memang pengairan ke sawah. Tapi itu bisa diatasi bagi petani yang punya pompa dan sumur bor," katanya, Selasa (14/05/2019).

Baca: Sedang LIVE PSM Makassar Vs LAO Toyota, Penyisihan Akhir Grup H AFC Cup, Live iNews Jam 19.30 WIB

Baca: Dandim 1201 Mempawah Kunjungan Kerja dan Tatap Muka di Koramil 10/Manyuke

Baca: Hans Jonathan Siswa SMK Immanuel Pontianak Raih Nilai UN Tertinggi se-Kalbar

Selain pengairan, As'ari mengatakan, dampak lain dari musim kemarau ini adalah datangnya hama belalang kembara. Belalang ini biasanya akan datang dan menyerang lahan pertanian di musim kemarau.

"Kalau memang sekarang sudah kemarau, siap-siap kedatangan belalang," jelasnya.

As'ari menjelaskan, para petani sudah mulai menanam. Bahkan tanaman padi sudah cukup tinggi. Namun, jika belalang ini datang menyerang maka dipastikan tanaman padi akan rusak.

"Jika cepat diusir, tidak akan parah. Cuma masalahnya, untuk mengusir belalang ini susah. Dipukul pakai kayu tidak akan mampu, paling cuma melompat saja," ungkapnya.

Selama ini untuk mengusir hama belalang ini dikatakan As'ari para petani menggunakan asap. Khususnya belalang yang hinggap di atas pohon.

Namun, hal itu tidak lantas membuat belalang pergi begitu saja.

"Kita berharap Dinas Pertanian cepat turun jika sudah ada laporan belalang menyerang. Telat sedikit saja tanaman padi bisa habis," harapnya.

Untuk serangan belalang sendiri, yang cukup parah pernah terjadi sekitar tiga tahun lalu. Jutaan belalang mengepung daerah tersebut. Bahkan dari saking banyaknya, belalang ini mampu membuat cuaca panas bisa langsung redup. "Kalau terbang itu seperti mau hujan, gelap. Ngeri lah," paparnya.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved