Kuasa Hukum MR Nilai Laporan Maman Suratman ke Bawaslu Cacat Formil

Florensius Boy beserta rekannya mendampingi terlapor atas laporan dugaan pelanggaran administratif yang dilakukan oleh kliennya

Kuasa Hukum MR Nilai Laporan Maman Suratman ke Bawaslu Cacat Formil
TRIBUNPONTIANAK/Ridho Panji Pradana
Kuasa hukum terlapor MR, Florensius Boy dan rekannya 

Kuasa Hukum MR Nilai Laporan Maman Suratman ke Bawaslu Cacat Formil

PONTIANAK - Kuasa hukum terlapor, Florensius Boy menilai laporan oleh Maman Suratman cacat formil.

Seperti yang diketahui, Florensius Boy beserta rekannya mendampingi terlapor atas laporan dugaan pelanggaran administratif yang dilakukan oleh kliennya.

"Berkenaan dengan pelaporan pelanggaran secara administratif tersebut kita sudah melalui beberapa kali persidangan, pembuktian dan hari ini meminta keterangan dari pihak terkait dalam hal ini pihak sekolah dan Dinas," katanya, Selasa (14/05/2019).

Secara administratif, lanjutnya, terhadap laporan yang disampaikan pelapor tidak sesuai dengan alat bukti yang dihadirkan.

"Kita melihat disitu bahwa pelaporan yang dilakukan berkaitan dengan tata cara, kemudian proses dan prosedur yang menyangkut pelanggaran administratif tidak kita temukan," jelasnya.

Baca: Sidang Administratif, Maman Suratman Harap Caleg MR Didiskualifikasi

Baca: Ini Penjelasan Singkat Ustaz Harjani Hefni Tentang Makna Ramadan Sebagai Bulan Tarbiah

Baca: BREAKING NEWS: 3 Pelaku Pengeroyokan Audrey Jalani Hukuman, Keluarga Korban Beri 3 Syarat!

Boy juga mengatakan, jika pelanggaran administratif yang disebutkan oleh pelapor juga tidak jelas.

"Pasal mana yang dilanggar kita juga tidak tau, karena dalam pembuktian alat bukti yang dihadirkan pihak pelapor lebih mengarah kepada pelanggaran lainnya. Bukan dipelanggaran secara administratif, nanti kita serahkan pada majelis hakim dari Bawaslu untuk menilai, terkait alat bukti yang dihadirkan oleh pelapor maupun keterangan dari para pihak," terangnya.

Maka dari itu, Boy mengungkapkan jika laporan yang disampaikan oleh Maman merupakan laporan yang cacat formil.

"Tidak ada pelanggaran secara administratif, prosesnya sudah lewat, proses yang untuk dilaporkan oleh pelapor pada saat pencalegan, bukan pada saat ini. Saat ini ada proses rekapitulasi dan juga penetapan hasil perolehan suara pemilu. Kalau mau dilaporkan kenapa tidak dulu, itu juga harus dibuktikan melanggar atau tidak, itu sudah cacat formil karena tidak sesuai dengan waktu dan tempatnya," imbuhnya.

Terlebih, kata dia, saat rapat pleno yang diadakan di sebuah Hotel di Pontianak, KPU Mempawah tidak menemukan pelanggaran pemilu terhadap kesalahan ataupun temuan terhadap apa yang ditujukan pihak pelapor.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved