Jaga Indepensi dan Kualitas Hasil SKAP, BKKBN Gunakan Jasa Pihak Ketiga

"BKKBN tidak akan memberikan intevensi terhadap proses dan hasilnya. Hasil dari SKAP akan menjadi dasar untuk menyusun RPJMN 2020-2024," ujarnya

Jaga Indepensi dan Kualitas Hasil SKAP, BKKBN Gunakan Jasa Pihak Ketiga
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Deputi Bidang Pelatihan Pengembangan BKKBN, Muhammad Rizal Martua Damanik, saat dijumpai beberapa waktu lalu 

 Jaga Indepensi dan Kualitas Hasil SKAP, BKKBN Gunakan Jasa Pihak Ketiga

PONTIANAK - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan melaksanakan Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) 2019.

Untuk menjaga dan menjamin objektivitas SKAP akan dilakukan oleh pihak ketiga yaitu perguruan tinggi, hal itu dilakukan untuk menjaga independensi dan kualitas.

Deputi Bidang Pelatihan Pengembangan BKKBN, Muhammad Rizal Martua Damanik, mengatakan pihaknya akan menjamin objektivitas dari  Pelaksanaan SKAP.

Hal itu disampaikannya langsung  Techincal Assistance (TA) Survey Kinerja Akuntabilitas Program (SKAP) KKBPK 2019  di Aula Kencana Kantor BKKBN Perwakilan Kalbar, Senin (13/5/2019) kemarin.

"SKAP ini akan  dilakukan oleh pihak ketiga, guna menjaga independensi dari hasilnya. Kita sampaikan juga, BKKBN tidak akan memberikan intevensi terhadap proses dan hasilnya. Hasil dari SKAP akan menjadi dasar untuk menyusun RPJMN 2020-2024," ucap M Rizal Martua Damanik.

Baca: BKKBN Serahkan Pada Pihak Ketiga SKAP Guna Jaga Indepensi dan Kualitas Hasil

Baca: BKKBN Gelar Pembinaan Pegawai, M Rizal Martua Damanik Hadir Langsung

SKAP sendiri dijelaskannya sebagai  alat dari BKKBN untuk menilai kinerja yang sudah dilaksanakan selama ini dengan target yang telah disusun.

Ia mencontohkan misalnya  2019 Total Fertility Rate atau Angka Kelahiran Total sebesar 2,1 yang sebelumnya pada 2015 2,6, ini dievaluasi melalui SKAP.

Penyusunan RPJMN juga mengarah pada cita-cita  2045 Indonesia akan memanen generasi emas. 

Baca: Mahasiswa IAIN Pontianak Antusias Ikuti Talk Show BKKBN yang Disampaikan Kusmana

Baca: BkkbN Kalbar Harap AMSI Kalbar Berkontribusi Sebarkan Informasi Positif Bagi Remaja

Pada 2045 angkatan usia produktif akan mendominasi, bahkan disebutnya mencapai 60 persen dari total penduduk Indonesia adalah usia produktif yang pada 2045 akan berusia 40 sampai 45 tahun maka itu semua harus dipersiapkan.

Bonus Demografi ibarat dua sisi, bisa memberikan banyak manfaat maupun sebaliknya (menimbulkan persoalan) apabila tidak dipersiapkan)
 

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved