BKKBN Serahkan Pada Pihak Ketiga SKAP Guna Jaga Indepensi dan Kualitas Hasil

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan melaksanakan Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program

BKKBN Serahkan Pada Pihak Ketiga SKAP Guna Jaga Indepensi dan Kualitas Hasil
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN, Prof. drh. Muhammad Rizal Martua Damanik, MRepSc., PhD. 

BKKBN Serahkan Pada Pihak Ketiga SKAP Guna Jaga Indepensi dan Kualitas Hasil

PONTIANAK - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan melaksanakan Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) 2019.

Untuk menjaga dan menjamin objektivitas SKAP akan dilakukan oleh pihak ketiga yaitu perguruan tinggi, hal itu dilakukan untuk menjaga independensi dan kualitas.

 Deputi Bidang Pelatihan Pengembangan BKKBN, Muhammad Rizal Martua Damanik, mengatakan pihaknya akan menjamin objektivitas dari Pelaksanaan SKAP.

Hal itu disampaikannya langsung Techincal Assistance (TA) Survey Kinerja Akuntabilitas Program (SKAP) KKBPK 2019 di Aula Kencana Kantor BKKBN Perwakilan Kalbar, Senin (13/5) kemarin.

"SKAP ini akan dilakukan oleh pihak ketiga, guna menjaga independensi dari hasilnya. Kita sampaikan juga, BKKBN tidak akan memberikan intevensi terhadap proses dan hasilnya. Hasil dari SKAP akan menjadi dasar untuk menyusun RPJMN 2020-2024," ucap M Rizal Martua Damanik.

Baca: Koramil 1202-11 Dampingi Petani Tanam Padi Perdana

Baca: Koramil 1202-11 Dampingi Petani Tanam Padi Perdana di Singkawang

Baca: RAMALAN ZODIAK Asmara Selasa 14 Mei 2019, Aries Dilema, Scorpio Sulit Memulai, Cek Zodiak Lainnya!

SKAP sendiri dijelaskannya sebagai alat dari BKKBN untuk menilai kinerja yang sudah dilaksanakan selama ini dengan target yang telah disusun.

Ia mencontohkan misalnya 2019 Total Fertility Rate atau Angka Kelahiran Total sebesar 2,1 yang sebelumnya pada 2015 2,6, ini dievaluasi melalui SKAP.

Penyusunan RPJMN juga mengarah pada cita-cita 2045 Indonesia akan memanen generasi emas.

Pada 2045 angkatan usia produktif akan mendominasi, bahkan disebutnya mencapai 60 persen dari total penduduk Indonesia adalah usia produktif yang pada 2045 akan berusia 40 sampai 45 tahun maka itu semua harus dipersiapkan.

Bonus Demografi ibarat dua sisi, bisa memberikan banyak manfaat maupun sebaliknya (menimbulkan persoalan) apabila tidak dipersiapkan.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved