10 Penyelenggara Pemilu di Kubu Raya Meninggal, Kelengkapan Berkas Jadi Kendala KPU Beri Santunan

khususnya untuk korban yang meninggal, ahli waris akan mendapatkan santunan sebesar Rp 36 juta yang ditransfer langsung

10 Penyelenggara Pemilu di Kubu Raya Meninggal, Kelengkapan Berkas Jadi Kendala KPU Beri Santunan
Istimewa
Warga saat membawa jenazah Sulik ke peristirahatan terakhir di pemakaman muslim Desa Sei Besar, Minggu (12/5/2019) 

10 Penyelenggara Pemilu di Kubu Raya Meninggal, Kelengkapan Berkas Jadi Kendala KPU Beri Santunan

KUBU RAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sudah berkomitmen untuk bertanggungjawab atas meninggalnya ratusan petugas penyelenggara pemilu di indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Kubu Raya.

Hanya saja, hal itu masih mengalami beberapa kendala, diantaranya kelengkapan berkas administrasi agar keluarga dapat menerima santunan terhadap korban, baik yang meninggal dunia maupun sakit.

“Kami minta kronologis seperti apa, karena harus ada kronologis yang memang menyatakan beliau wafat atau sakit disebabkan dalam menjalankan tugas. Kita ini khawatir juga ada orang yang memang bukan dalam masa tugas dianggap dalam masa tugas karena mendengar ada santunan,” terang Komisioner KPU Kubu Raya Syarifah Nuraini.

Baca: Penyelenggara Pemilu Meninggal di Kubu Raya Bertambah, Usman Minta KPU dan Keluarga Kooperatif

Baca: Satu Lagi Pahlawan Pemilu Gugur di Kubu Raya, Sempat Tiba-tiba Sesak Nafas

Hal itu sudah menjadi himbauan dari KPU pusat terhadap KPU Provinsi maupun Kabupaten/Kota bahwa jika memang ada korban, baik itu sakit atau kecelakaan kerja hingga yang meninggal dunia untuk melakukan proses verifikasi.

Adapu berkas yang harus dipenuhi berupa Fotokopi KTP, fotokopi KK, surat kematian baik itu dari RS ataupun dari Desa yang menyatakan bahwa yang bersangkutan benar wafat di tanggal sekian lokasinya dimana dan dalam keadaan apa.

Nantinya mereka, khususnya untuk korban yang meninggal, ahli waris akan mendapatkan santunan sebesar Rp 36 juta yang ditransfer langsung ke rekening oleh KPU RI.

Baca: Dua Anggota KPPS di Sintang dan Sanggau Meninggal, Daftar Panjang Duka Pemilu 2019 di Kalbar

Baca: Kabar Duka Pemilu 2019 Bertambah, Diduga Kelelahan, Staff Panwascam di Pontianak Meninggal Dunia

Sedangkan untuk korban yang sakit, akan menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kondisi yang bersangkutan.

Total hingga Senin, (13/5/2019) sudah ada 9 korban yang laporannya sudah diterima oleh KPU Kubu Raya.

Namun itu belum termasuk korban terbaru atas nama Sulik yang meninggal pada Minggu (12/5/2019). 

Almarhum merupakan Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa Sungai Besar, Kecamatan Batu Ampar

Dengan demikian, sedikitnya korban meninggal dari penyelenggara pemilu di Kubu Raya tercatat 10 orang. 

Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved