Warga Risih PLN Sering Padam Saat Waktu Buka Puasa

bulan suci Ramadhan, PLN sering mematikan lampu, baik di malam hari maupun siang hari, diwilayah Putussibau dan sekitarnya

Warga Risih PLN Sering Padam Saat Waktu Buka Puasa
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Suasana saat gedung Gedung Indor Voli di Kawasan olah Raga Gor Opu Daeng Manambon, yang menjadi lokasi debat Publik Padam Listrik akibat kendala teknis. Sabtu (12/05/2018) pukul 19.30 WIB. 

Warga Risih PLN Sering Padam Saat Waktu Buka Puasa

KAPUAS HULU - Sejak beberapa hari masuk dalam bulan suci Ramadhan, PLN sering mematikan lampu, baik di malam hari maupun siang hari, diwilayah Putussibau dan sekitarnya, sehingga membuat sejumlah masyarakat risih atau terganggu.

Rasa risih tersebut disampaikan seorang warga Putussibau Selatan, Juliansyah (31) mempertanyakan mengapa setiap bulan puasa, pihak PLN tidak mampu menjaga supaya tidak sering memadamkan lampu, terutama pada saat waktu salat dan buka puasa.

"Pada dasarnya, kita paham pihak PLN tidak ada niat untuk memastikan lampu, karena pasti ada faktor yang harus dipadamkan. Tapi diharapkan, jangan padamkan listrik, pada saat jadwal salat dan buka puasa," ujarnya kepada Tribun, Senin (13/5/2019).

Dengan ini Jul berharap, PLN mampu meningkatkan pelayanan yang baik kedepannya, karena efek dari seringnya terjadi pemadaman listrik, banyak alat elektronik dan kegiatan masyarakat yang terganggu. "Diharapkan lagi bagaimana tak ada pemadaman listrik," ungkapnya.

Baca: Pep Guardiola Samai Rekor Sir Alex Ferguson dan Jose Mourinho

Baca: Situng KPU 78,5% Senin (13/5)! Empat Wilayah 100% untuk Kemenangan Jokowi-Amin (3) Prabowo-Sandi (1)

Baca: Kalbar 24 Jam - Dishub Bakal Razia Sopir Angkutan, Pemkab Sanggau Pecat 9 PNS, hingga Pencabulan

Warga lainya yaitu Bambang (30) merupakan warga Kecamatan Kalis menyatakan kalau dirinya sangat kesal dengan PLN, memadamkan listrik pada saat waktu berbuka puasa dan jadwal salat. "Bayangkan kita sedang buka puasa, listrik lalu tiba-tiba padam, lalu tak khusuk jadinya," ujarnya.

Maka dari itu, Bambang sangat berharap kalau memang harus ada pemadaman listrik, supaya padamkan waktu-waktu yang tidak menggangu aktivitas keagamaan masyarakat itu sendiri. "Jujur sangat terganggu ketika padam lampu, pada waktu buka puasa dan jadwal salat," ungkapnya.

Selain itu, seorang warga Kecamatan Putussibau Utara, Laili Husien mengakui kalau dirinya merasa risih apabila listrik padam saat buka puasa dan jadwal melaksanakan ibadah atau salat.

"Kita juga tak bisa menyalahkan sepenuhnya pihak PLN, pasti ada faktor yang harus membuat mereka memadamkan listrik," ujarnya.

Namun, kata Laili pihak PLN harus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang merupakan pelanggan dari PLN itu sendiri. "Pastinya mengapa setiap bulan puasa selalu terjadi pemadaman listrik. Pastinya, tingkatkan pelayanan," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved