Satpol PP Sanggau Ancam Tindak Tegas Pemain Layangan di Sembarang Tempat

Wendy menjelaskan, Penertiban para pemaian layangan ini, juga tertera di Peraturan Daerah tentang ketertiban umum (Tibum).

Satpol PP Sanggau Ancam Tindak Tegas Pemain Layangan di Sembarang Tempat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA'M NURUL ANSHORY
Ilustrasi 

Satpol PP Sanggau Ancam Tindak Tegas Pemain Layangan di Sembarang Tempat

SANGGAU - Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Sat Pol PP Sanggau, Wendi Very Nanda menyampaikan, Pihaknya akan menindak tegas pemain layangan yang bermain disembarang tempat. Ketegasan tersebut dilakukan mengingat para pemain layangan ini sudah mengabaikan kepentingan orang lain.

“Mereka main ditempat-tempat yang tidak seharusnya. Dan mengabaikan keselamatan orang lain. Kemarin bahkan sudah ada korban luka akibat tali benang layangan ini, ”katanya, Minggu (12/5/2019).

Wendy menjelaskan, Penertiban para pemaian layangan ini, juga tertera di Peraturan Daerah tentang ketertiban umum (Tibum).

“Kita sudah punya Perda tibum, dan di Perda itu tercantum larangan bermain layangan, inilah salah satu alasan kita melakukan penindakan, ”tuturnya.

Baca: Kalbar 24 Jam - Dishub Bakal Razia Sopir Angkutan, Pemkab Sanggau Pecat 9 PNS, hingga Pencabulan

Baca: DPRD Sanggau Minta Pemerintah Pusat Kaji Ulang Soal Pemecatan PNS Yang Pernah Terlibat Korupsi

Sementara itu, Ketua DPRD Sanggau, Jumadi menyampaikan, Permainan layangan adalah menyangkut hobby, apakah itu orang tua, dewasa maupun anak-anak.

“Kita paham yang namanya hobby, tapi bagaimana baik orang tua, dewasa bahkan anak-anak bisa menentukan tempatnya bermain yang jauh dari keramaian orang, jauh dari jalan raya dan permukiman penduduk. Itu yang kita harapkan, ”katanya,

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sanggau itu menegaskan, khusus anak-anak, diharapkan selaku orangtua jangan lengah untuk mengawasi anak-anaknya.

Baca: 9 PNS Sanggau Dipecat Dengan Tidak Hormat, Ini Tanggapan Pengamat Hukum

Baca: Pemkab Sanggau Resmi Pecat 9 PNS Tidak Dengan Hormat

“Mustinya selaku orangtua bisa mengawasi, menjaga anaknya jika bermain layang-layang ditempat keramaian orang. Karena terkadang orangtua inikan saking sibuk, atau bisa saja mungkin orangtuanya tidak mau tau persoalan yang akan terjadi. Kalau belum terjadi mungkin dianggap tidak ada apa-apa, nah jika sudah terjadi baru dia sadar, ”ujarnya.

Untuk itulah, Jumadi berharap agar instansi terkait melakukan razia bagi yang bermain layang-layang.

“Dan diharapkan juga agar dapat dipahami, untuk bermain layang-layang jauh dari keramaian orang, ”pungkasnya. (hen).

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved