Pemilu 2019

Ferdinand Usul Bentuk TPF Pemilu 2019: Jokowi Tak Perlu Alergi, Prabowo Tak Merasa Kalah Dicurangi

Ferdinand Usul Bentuk TPF Pemilu 2019: 'Jokowi Tak Perlu Alergi, Prabowo Tak Merasa Kalah Dicurangi'

Youtube CNN Indonesia
Ferdinand Usul Bentuk TPF Pemilu 2019: Jokowi Tak Perlu Alergi, Prabowo Tak Merasa Kalah Dicurangi 

Pada kesempatan yang sama, Ferdinand Hutahaean mengatakan, pihaknya tak mempersoalkan pernyataan Arief Poyuono yang meminta Partai Demokrat keluar dari koalisi Adil Makmur.

Menurut Ferdinand, bagi pihaknya, Arief Poyuono hanya "meriam bambu".

"Kita anggap Poyuono ini sebagai meriam bambulah. Hanya meletup-letup kencang tapi burung pipitpun tidak mati ditembaknya," kata Ferdinand dilansir dari Youtube CNN Indonesia.

"Karena bagi kami Partai Demokrat, mohon maaf, Arief Poyuono ini sebetulnya kami pertanyakan sebetulnya siapa sih dia sebetulnya?," lanjut Ferdinand.

Ferdinand mengatakan, dirinya sudah puluhan kali wara-wiri ke Kertanegara dan ke kediaman Pak Prabowo.

"Selama proses Pemilu ini saya tidak pernah melihat Arief Poyuono di sana. Kalau dia elite partai gerindra mestrinya dia ada di sana dan memperkuat," katanya.

"Tapi saya tidak pernah menemukan ada dia di sana. Di BPN pun tidak ada. Jadi siapa dia ini sebetulnya?," paparnya.

"Jadi itu pertanyaan kami. Makanya kami tidak terlalu serius sebetulnya dengan permintaannya supaya keluar dari koalisi," tegas Ferdinand.

Namun demikian, Ferdinand mengatakan soal tuduhan Arief Poyuono terkait masalah hukum anak-anak SBY ini membuat pihaknya sangat serius.

"Kami melihat bahwa ini pernyataan pribadi Arief Puyuono ini sudah sangat serius dan perlu ditanggapi secara serius," tegasnya. 

Ferdinand mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan SBY langkah yang akan diambil terkait pernyatan Arief tersebut.

"Bagi kami ini sesuatu yang sangat serius dan kesimpulan di kami ini tidak terkait dengan Prabowo dan tidak terkait dengan Gerindra secara partai tetapi pribadinya dia," kata Ferdinand.

Dilansir dari Tribunnews, politisi gerindra Arief Poyuono menuding Presiden Jokowi memberikan jaminan hukum pada keluarga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ia sebut banyak terlibat kasus korupsi.

Arief mencontohkan kasus korupsi proyek Hambalang.

"Saya tahu kok kenapa kayak undur-undur, maklum belum clear jaminan hukum dari Kangmas Joko Widodo bagi keluarga SBY yang diduga banyak terlibat kasus korupsi, kayak kasus korupsi proyek Hambalang," kata Arief.

Hal tersebut kemudian membuat Arief meminta agar Partai Demokrat keluar saja dari Koalisi 02.

"Demokrat sebaiknya keluar saja dari Koalisi Adil Makmur. Jangan elitenya dan Ketum kayak serangga undur-undur ya. Mau mundur dari koalisi aja pake mencla mencle segala," ujar dia.

Arief juga menyebutkan bahwa pihaknya tidak keberatan jika nantinya Demokrat keluar dari koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

Pasalnya, menurut Arief, Demokrat selama ini juga tidak memberikan pengaruh dalam memenangkan Prabowo-Sandi dalam kontestasi Pilpres 2019.

Arief menilai, keberadaan Partai Demokrat di koalisi justru membuat suara Prabowo-Sandi menurun.

"Monggo keluar aja deh, wong nggak ada pengaruhnya menghasilkan suara Prabowo-Sandi kok selama ini. Malah menurunkan suara lo," papar Arief.

Terkait pernyataan jaminan hukum Jokowi pada SBY, Arief menilai sang capres petahana tentu akan akan bisa menjamin keluarga SBY tak akan diproses hukum oleh KPK.

"Sebab Kangmas (Jokowi) itu selama ini jelas sangat mendukung pemberantasan korupsi. Dan saya yakin nasibnya Demokrat akan seperti kayak tokoh aswatama setelah Perang Bharatayudha," katanya.

"Enggak diterima di mana-mana dan nanti juga oleh koalisi parpolnya Ibu Mega akan ditolak masuk koalisi dan enggak ada yang mau koalisi sama Demokrat tuh," ungkap Arief.

Apakah nanti memang diputuskan dari TPF ini adalah Pemilu ini curang atau tidak, kita terima semua. 

maka saya juga sudah mencoba tawarkan ke publik lewat cuitan saya, KPU menunda dululah rencana penetapan tanggal 22 mei.

Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved