Respon Tuntutan Aliansi Masyarakat Galing, Ikhlas: Kami Sudah Proses dan Tanggapi Laporan Itu

Ia meminta tahapan selanjutnya bisa dilakukan dengan dibawa ke Mahkamah konstitusi, atau Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta.

Respon Tuntutan Aliansi Masyarakat Galing, Ikhlas: Kami Sudah Proses dan Tanggapi Laporan Itu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Sejumlah Masa yang mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Sambas, dari Aliansi Masyarakat Galing, Jum'at (10/5/2019) 

Respon Tuntutan Aliansi Masyarakat Galing, Ikhlas: Kami Sudah Proses dan Tanggapi Laporan Itu

SAMBAS - Ketua Bawaslu Kabupaten Sambas Ikhlas mengatakan, bahwa pihaknya sudah menanggapi laporan dari pihak Mardani. 

"Sudah di proses," ujarnya, saat berdiskusi dengan masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Masyarakat Galing,
Jum'at (10/5/2019).

Namun demikian, Ketua Bawaslu Kabupaten Sambas itu mengatakan, apa yang menjadi tuntutan warga tersebut tidak bisa dikabulkan pada tingkatan Bawaslu Sambas.

"Tuntutan terkait meminta perolehan suara atas nama Sarah Febrina dikembalikan dari Efendi sejumlah 44 suara ini tidak bisa kita lakukan, karena hasil pemilu bukan kewenangan Bawaslu Kabupaten, dan disarankan untuk menempuh jalur hukum yang berlaku yakni ajukan gugatan ke MK," tegas Ikhlas.

Baca: Asrama Mahasiswi Kabupaten Sambas Muare Ulakkan Kembali Bersafari Untuk Masyarakat Cepala

Baca: Perpisahan dengan Masyarakat Desa Lela, Mahasiswa KKM IAIS Sambas Gelar Buka Puasa Bersama

Lebih lanjut ia mengatakan, jika memang menemukan adanya indikasi keteledoran petugas penyelenggara pemilu dalam perkara tersebut, dia menyarankan agar melapor.

"Kalau terkait dugaan petugas penyelenggara pada tingkat pleno kecamatan yang lengah atau lainnya, kita mempersilakan untuk melapor, jika itu Panwascam maka laporannya ke Bawaslu Kabupaten, jika itu PPK maka laporannya ke KPUD Kabupaten Sambas," tukasnya.

Akan tetap jika pihak yang bersangkutan masih ngotot untuk melanjutkan dugaan pelanggaran pemilu itu. 

Ia meminta tahapan selanjutnya bisa dilakukan dengan dibawa ke Mahkamah Konstitusi, atau Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta.

Baca: Caleg Sambas, Mardani: Kami Datang Minta Keadilan

Baca: Syaikh Khaidran Ajak Masyarakat Sambas Tingkatkan Ibadah di Bulan Suci Ramadan

"Bisa saja tempuh jalur lain, bisa ke MK, bisa juga di DKPP," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pihak dari Aliansi Masyarakat Galing meminta agar suara Sarah dikembalikan.

Karena menurut mereka, suara Sarah sudah di pindahkan dengan sengaja oleh PPK dan Panwascam ke calon lainnya, yaitu Effendi. 

Sehingga merugikan calon lainnya, yaitu Mardani. Yang juga merupakan caleg dari partai yang sama, yaitu PDI-P. (One)

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved