Pencabulan Anak Dibawah Umur, Raba Bagian Sensitif Korban Dalam Kamar Saat Orang Tua Tarawih

Burhanudin alias Burhan (20) seorang pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur akhirnya dibekuk anggota Polsek Nanga Tayap

Pencabulan Anak Dibawah Umur, Raba Bagian Sensitif Korban Dalam Kamar Saat Orang Tua Tarawih
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur bernama Burhan (20) yang telah diamankan oleh pihak Polsek Nanga Tayap beserta barang bukti. 

Pencabulan Anak Dibawah Umur, Raba Bagian Sensitif Korban Dalam Kamar Saat Orang Tua Tarawih

KETAPANG - Burhanudin alias Burhan (20) seorang pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur akhirnya dibekuk anggota Polsek Nanga Tayap di bawah pimpinan Kapolsek Nanga Tayap IPTU Husein Jailani, Jumat (09/05/2019) sekitar Pukul 14.00 Wib.

Pelaku yang diketahui warga Desa Siantau Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang ini tak dapat berkutik ketika diciduk petugas saat bersembunyi di dalam rumahnya di Desa Siantau Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang.

Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat, melalui Kapolsek Nanga Tayap, IPTU Husein Jailani membenarkan penangkapan terhadap seorang pelaku perbuatan cabul di bawah umur.

Baca: Bagaimana Persyaratan Mengikuti Ujian Paket C?

Baca: Raih Suara Tertinggi DPD RI, Christiandy Dorong Peningkatan APBD dan Pemekaran

Baca: Tak Jauh Dari Pusat Kota, Di Sini Alamat Klenteng Hati Murni Ngabang  

“Berdasarkan Laporan Polisi Laporan Polisi Nomor : LP / 181 – B / V / RES.1.24 / 2019 / Kalbar/Res Ktp/Sek Nanga Tayap, Tanggal 10 Mei 2019 yang dibuat oleh orang tua korban, kita langsung melakukan pencarian terhadap pelaku dan kita amankan pelaku di rumahnya di Desa Siantau Kecamatan Tayap," Ujar IPTU Husein, Minggu (12/05).

Kronologi kejadian bermula pada saat Ibu korban pulang dari salat tarawih kemudian memergoki pelaku keluar dari kamar tidur anaknya yaitu DH (16) dengan cara melompat dari jendela kamar yang kemudian melarikan diri ke semak belakang rumah pelapor.

Mengetahui hal tersebut, ibu korban melaporkan kejadian tersebut kepada pelapor yaitu Kasiono bapak korban.

Korban pun langsung ditanyai oleh pelapor dan mengakui bahwa pelaku telah meraba-raba bagian sensitif tubuh korban sejak bulan April hingga sekarang ini.

Korban mengatakan apabila dirinya menolak maka pelaku akan menyebar luaskan perbuatannya yang telah merasa puas meraba-raba tubuh korban kepada teman pelaku maupun teman lorban.

Mendengar penuturan dari anaknya, Kasiono pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nanga Tayap.

Saat ini pelaku beserta barang bukti berupa, satu helai baju kaos warna hijau dan satu helai celana pendek jeans warna biru kusam yang saat itu dipakai pelaku saat melaksanakan aksinya, satu helai baju yang saat itu dipakai korban dan satu helai celana yang saat itu dipakai korban.
     
Menurut Iptu Husein, pelaku akan dijerat dengan pasal 81 ayat 2 dan atau pasal 82 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved