Ramadan

Pembahasan Riba Menjadi Topik Pesantren Ramadhan FEBI IAIN Pontianak

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak mengadakan Pesantren Ramadan yang diselenggarakan di Aula Rektorat IAIN Pontianak

Pembahasan Riba Menjadi Topik Pesantren Ramadhan FEBI IAIN Pontianak
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Susasana kegiatan. 

Citizen Reporter
Mahasiswa IAIN Pontianak
Siti Maulida

Pembahasan Riba Menjadi Topik Pesantren Ramadhan FEBI IAIN Pontianak

PONTIANAK - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak mengadakan Pesantren Ramadan yang diselenggarakan di Aula Rektorat IAIN Pontianak, pada Pesantren Ramadhan kali ini diikuti oleh Mahasiswa Jurusan Akuntansi Syariah setelah kemarin diikuti oleh mahasiswa Ekonomi Syariah sembari Ngaji Pasar Modal, (12/04/2019)

Kegiatan Pesantren Ramadan ini diikuti oleh dosen di Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Tema Pembahasan ceramah kali ini adalah tentang Riba, tema ceramah ini disarankan oleh Dekan FEBI yaitu Dr.Fachrurrazi karena sesuai dengan ranah Fakultas. Penceramah atau Pengisi Pesantren Ramadhan kali ini adalah Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan, dan Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yaitu Luqman, S.H.I., M.S.I.

Di awal pembicaraan Wadek 1 FEBI mengatakan bahwa beruntunglah manusia yang hidup dizaman Nabi Muhammad dan dibawahnya karena menikmati bulan Mulia yaitu bulan Ramadan, menurutnya pada saat Ramadhan tiba para malaikat bersorak sorai, bergembira menyambut Bulan Ramadan. Ia mengatakan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan merupakan kegiatan yabg bernilai ibadah.

Baca: Bupati Sintang Pesan Jaga Warisan Leluhur Saat Syukuran Hari Jadi Kota Sintang dan Buka Bersama

Baca: Syaikh Khaidran Ajak Masyarakat Sambas Tingkatkan Ibadah di Bulan Suci Ramadan

Baca: Gubernur Kalbar Gelar Silaturahmi Ramadhan di Kabupaten Sambas

Di awal pembicaraan Luqman menyanpaikan bahwa sebagai mahasiswa FEBi harus mengrtahui apa itu Riba.

"Riba memang membuat orang tidak mengerti apa dan bagaimana Riba itu, teetapi makna dibalik riba itu luar biasa, yaitu bagaimana mencegah terhadap eksploitasi dagang" ungkapnya. Ia mengatakan bahwa hal itu eibuktikan oleh seorang Non Islam yang menekiti tentabg Riba, dan hasilnya riba memang pencegah eksploitas dagang. Ia mengatakan bahwa Islam tidak senang dengan kemiskinan, tetapi islam tidak suka membuat org miskin dengan riba, menurutnya Riba membuat org mencengkramkan kemiskinan.

Ia menjelaskan tentang Riba Fadhl, contoh dari Riba ini adalah ketika manusia menukarkan beras dengan kualitas berbeda dan namun takaran yang berbeda.

"Misalnya kita menukar beras mangkok 1 kilo dengan beras Bulog 2 kilo, meskipun kualitas brras berbeda, takarannya harus sama, kalau takaranya berbeda itu namanua riba" ungkaonya

Menurtnya Investasi dalam islamlah yang bena dan bebas riba ""jika anda ingin menghindari riba berinvestasilah menurut islam karena investasi sejalan dengan resiko. Semakin besar resiko dalam investasi, semakin besar pula keunungannya, resiko dan keuntungan sejalan" imbuhnya.

Luqman mengatakan bahwa agar uang tidak menimbulkan riba dengan tidak menjadikan uang sebagai komoditas karena uang adalah alat tukar. Uang bukanlah aset perdagangan, jika uang dijadikan alat perniagaan maka akan menjadi riba
Apa itu riba? Riba adalah ziyadah tambahan yang tiadk ada pandanganya dalam suatu transaksi.

Ia memberikan pemahaman agar tidak khawatir dengan Pasar modal syariah atau hal-hal yang berbau syariah lainya, karena sudah diawasi degan Dewan syariah Nasional, Karena di dalam fatwa DSNb terdapat ijtima ulama tentang produk-produk perekonomian dengan dasar dasar yang tidak sembarangan.

"Tapi jika sudah menjadi akademisi atau ingin meneliti tentang produk syariah silahkan saja ungkapankan pendapat-pendapat anda meskipun tidak sesuai fatwa DSN" imbuhnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved