Pemilu 2019

Merasa Dirugikan Bawaslu, Koordinator Aksi: Kami Siap Turunkan Masa Lebih Banyak Lagi Ke Bawaslu

Koordinator aksi "Aliansi Masyarakat Galing" Joko Satriadi mengatakan, Pihaknya akan turun dengan masa yang lebih banyak lagi

Merasa Dirugikan Bawaslu, Koordinator Aksi: Kami Siap Turunkan Masa Lebih Banyak Lagi Ke Bawaslu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Koordinator aksi "Aliansi Masyarakat Galing" Joko Satriadi, di kantor Bawaslu Kabupaten Sambas, Jum'at (10/5/2019). 

Merasa Dirugikan Bawaslu, Koordinator Aksi: Kami Siap Turunkan Masa Lebih Banyak Lagi Ke Bawaslu

SAMBAS - Koordinator aksi "Aliansi Masyarakat Galing" Joko Satriadi mengatakan, Pihaknya akan turun dengan masa yang lebih banyak lagi, jika tuntutannya tidak ada kejelasan.

"Kalau tidak segera di tindaklanjuti, kami akan turun dengan masa yang lebih banyak lagi," ujarnya, Jum'at (10/5/2019).

"Ini bukan hanya masalah orang Galing, tapi juga satu Dapil yang dirugikan karena perbuatannya Bawaslu," ungkapnya.

Menurutnya, mereka hanya meminta keadilan. Dan bila perlu buka kotak suara untuk membuktikan kecurangan tersebut, yang merugikan Calegnya.

"Kami akan mengusahakan akan mendatangkan masa yang sebanyak-banyaknya, lebih daripada hari ini," bebernya.

Baca: Lomba Tilawah dan Tausiah Pekan Tilawatil Quran, Bentuk Generasi Sintang yang Religius

Baca: Polisi Amankan Seoran Pria Aniaya Kakak Perempuannya Pakai Kayu

Baca: Wali Kota Pontianak Ingatkan Pengendara Berhati-hati Lintasi Jalan Imbon dan Adisucipto

"Karena kami ingin keadilan, kami menuntut hak kami, karena Kami merasa itu tidak betul. Kalau tidak di tanggapi Bawaslu ndak adil, beri kami kejelasan, karena Se-Kabupaten bahkan se-indonesia tahu, bahwa Mardani yang menang kenapa tiba-tiba kalah 13 suara?," Ungkapnya.

Dikatakannya lagi, "Dari seluruh suara Sarah caleg nomor 3 tadi di ambil seluruhnya oleh Efendi caleg nomor 4, dengan total sebanyak 44 suara. Ini yang tidak bisa kami terima, tolonglah kami minta keadilan," katanya.

Tidak tanggung-tanggung, jika perlu Joko meminta agar kotak suara di buka untuk melihat hasil sebenarnya.

"Kami juga minta buka kotak suara, agar kita sama-sama jujur saja," bebernya.

Sementara itu, Saksi PDI-P yang hadir di Pleno PPK Kecamatan Teluk keramat, Suryadi mengatakan bahwa dirinya mengetahui perubahan itu.

Namun karena di waktu yang bersamaan ia tidak sedang sebagai saksi di Desa bersangkutan, makanya tidak bisa protes.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved