Pemilu 2019

Pengamat Politik Sarankan Perbaikan Sistem Minimalisir Kecurangan Pemilu

Pengamat Kebijakan dan Politik Untan, Dr. Erdi, M.Si mendorong agar penyelenggara pemilu memperbaiki kinerja kedepan agar tidak ada potensi

Pengamat Politik Sarankan Perbaikan Sistem Minimalisir Kecurangan Pemilu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Erdi, M,Si 

Pengamat Politik Sarankan Perbaikan Sistem Minimalisir Kecurangan Pemilu

PONTIANAK - Pengamat Kebijakan dan Politik Untan, Dr. Erdi, M.Si mendorong agar penyelenggara pemilu memperbaiki kinerja kedepan agar tidak ada potensi-potensi untuk adanya kecurangan.

Seperti perbedaan input data C1, menurutnya dapat saja terjadi sebagai wujud human error, tentu dengan jumlah yang tidak boleh terlalu besar.

Namun jika jumlahnya besar, wajar, kata dia, publik menilai ada rekayasa dan kecurangan sistemik.

Oleh karena itu, lanjut dia,ketika akuntabilitas pemilu ingin diwujudkan di Indonesia, maka petugas input saat mengentri data form C1 ke dalam sistem mesti dapat dikontrol oleh pengamat dan saksi.

Baca: Dulu Akrab Sekarang Merenggang, 2 Foto Ini Tunjukkan Sikap Dingin Ayu Ting Ting Pada Luna Maya

Baca: LDK Al Ilham Akan Gelar Buka Puasa Bersama 1000 Anak Yatim

"Tentu antara petugas dengan pengamat dan saksi tidak berada di dalam satu ruang, tetapi dapat dipersatukan melalui satu layar lebar. Pengamat dan saksi dapat melihat proses itu dan mencatat kesalahan bilamana menemukan salah entri yang kemudian dikoreksi sebelum sesi itu ditutup. Dengan begitu, petugas entri data dan pengamat dapat saling mengkoreksi untuk memastikan suara rakyat aman dan terinput dengan benar dalam sistem penghitungan hasil," paparnya.

Selain itu, lanjutnya, sebelum melanjutkan proses input ke hasil dari daerah pemilihan lainnya atau misalnya rekap perkecamatan, verifikasi data hasil input data C1 dari kecamatan didisplay setelah mengakomodir koreksi pengamat dan saksi.

"Data final yang telah terekam dari kecamatan itu hendaknya disetujui minimal oleh saksi dan tercatat tidak hanya oleh sistem, tetapi juga oleh pengamat dan saksi. Ketika ada perubahan, apakah karena curang atau rekayasa akan dengan mudah diketahui," tuturnya.

Kesalahan yang terjadi pun, kata dia, akibat kerja petugas yang terlalu lama sehingga membuat konsentrasi dan stamina petugas terkuras dan drop. Maka dati itu, lama kerja juga perlu diperhitungkan ketika waktu kerja petugas per hari sudah mencapai 8 jam.

Tugas Bawaslu, lanjutnya, adalah memastikan suara rakyat aman hingga ke penghitungan hasil. Ketika terjadi kesalahan, mesti dituntaskan per kasus, tidak dengan generalisasi.

Baca: Bhabinkamtibmas Hadiri Pembukaan Kegiatan Pelatihan Kewaka Fisip Untan

Baca: Musrembangnas 2019, Presiden Jokowi: Percepat Layanan Perizinan

Sehingga temuan dugaan kecurangan, ketidak-jujuran dan lainnya dapat diselesaikan secara lokalitas kasus perkasus sehingga data akhir penghitungan adalah data valid yang tidak ada lagi catatan kesalahan proses dan kesalahan input hasil.

"Saya pernah menulis satu artikel tahun 2014 yang lalu dengan judul Pemilu adalah jalan menuju sukses (kaya-raya). Melalui artikel itu, yang ingin saya katakan adalah kentalnya nuansa ekonomi caleg dan rezim yang dibungkus oleh kepentingan politik. Kondisi itu mengundang terimplementasikannya strategi trik, track, ngotot dan methode 'ngacau' (biasanya dipilih cara yang paling halus agar tidak kentara sebagai wujud kecurangan). Oleh karena itu, pemilu membutuhkan kontrol banyak orang dan sistem agar trik, track, ngotot dan methode kotor itu tidak dapat dimasukkan ke hasil pemilu," paparnya.

Ia pun menilai media merupakan satu diantara institusi pengontrol kecurangan yang paling efektif, terlebih jika media yang memberi penghargaan tinggi kepada para jajaran yang berhasil membongkar praktek kecurangan.

"Ini akan mengurangi trik, track, ngotot dan methode kotor tetapi tidak dengan serta merta menghapus bad practice tersebut dalam pemilu," katanya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved