Pasca Pemilu 2019, Pokja Rumah Demokrasi Singbebas Prediksi Percaturan Politik Bergerak Ke Pilkada

Menurutnya, hasil pemilu 2019 ini akan menjadi salah satu acuan bagi Partai Politik (Parpol) untuk menghadapi pertarungan Pemilu kepala daerah

Pasca Pemilu 2019, Pokja Rumah Demokrasi Singbebas Prediksi Percaturan Politik Bergerak Ke Pilkada
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pokja Rumah Demokrasi Korwil Singbebas, Rizki Imanuddin SH. 

Pasca Pemilu 2019, Pokja Rumah Demokrasi Singbebas Prediksi Percaturan Politik Bergerak Ke Pilkada

SAMBAS - Koordinator Wilayah (Korwil) Kelompok Kerja (Pokja) Rumah Demokrasi Singkawang Bengkayang dan Sambas (Singbebas) Rizki Imanuddin mengatakan, hasil pemilu legislatif DPRD Kabupaten Sambas, pada pemilu 2019 akan menunjukkan arah baru dalam manuver politik di Kabupaten Sambas.

Menurutnya, hasil pemilu 2019 ini akan menjadi salah satu acuan bagi Partai Politik (Parpol) untuk menghadapi pertarungan Pemilu kepala daerah (Pilkada) tahun depan.

"Hampir bisa pastikan ketua DPRD Sambas nanti itu dari Gerindra, karena dia punya 7 kursi. Sementara Golkar harus rela dengan posisi Wakil Ketua karena hanya meraih 6 kursi. Dan PDI-P masih tetap di posisi wakil ketua sama seperti tahun lalu, sedangkan PAN perolehan suara dan kursinya cendrung menurun sehingga posisi Wakil Ketua DPRD sebelumnya kemungkinan di isi Nasdem," tuturnya, Jum'at (10/5/2019).

Baca: Sejumlah Masa Aliansi Masyarakat Galing Datangi Bawaslu Kabupaten Sambas

Baca: Pasca Pemilu 2019, Golkar Sambas Bersiap Tatap Pilkada Serentak

Menurutnya, teka-teki atau peta politik sepertinya sudah mulai mengarah ke Pilkada serentak tahun depan. Dimana Sambas juga akan melangsungkan pemilihan Bupati.

Dimana sudah mulai banyak baliho dan selebaran yang terpasang dimana-mana, dan juga kemungkinan para kontestan yang kalah di Pileg kemarin bisa saja mencalonkan diri sebagai Bupati.

Menurutnya, posisi saat ini akan membuat PKS sedikit kewalahan menghadapi pilkada serentak 2019 di Kabupaten Sambas. Pasalnya PKS hanya mendapatkan empat kursi, di DPRD Kabupaten Sambas.

Meski mencukupi untuk jumlah satu Fraksi Penuh. Namun kata Riski, itu tidak cukup mengantarkan 1 pasangan calon Bupati-wakil Bupati.

Baca: Golkar Evaluasi Hasil Pemilu 2019 di Kabupaten Sambas

Baca: Polres Sambas Kembali Amankan Pelaku Pembawa Gula Ilegal

"Kans nya para calon Bupati pasti akan rebutan di partai-partai yang hari ini menguasai parlemen, seperti Gerindra, Golkar, PDI-P dan Nasdem. Sementara untuk PKS yang hanya empat kursi dia harus bisa meyakinkan parpol lainnya, jika tidak bisa kemungkinan tidak bisa lagi mencalonkan diri di Pilkada tahun depan," tuturnya.

"Tapi ini politik, tentu kapan saja bisa berubah. Kita ingat dulu PKS bisa mengusung Atbah sebagai Bupati dengan berkoalisi, kita tunggu saja nanti apa PKS mampu meyakinkan parpol lainnya agar bisa mengusung calon lagi. Karena peta politik sekarang sudah berbeda dengan yang dulu," tegasnya.

Namun demikian, ia katakan peluangnya saat ini masih sama. Dan jika pun maju, semua parpol harus berkoalisi karena tidak ada parpol yang mencukupi 20 persen suara di parlemen.

Karena sebagaimana diketahui, total anggota DPRD Kabupaten Sambas adalah 45 orang, jadi jika di hitung 20 persen dari 45, maka minimal 9 kursi di DPRD baru bisa mencalonkan satu pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati.

"Peluangnya masih sama. Tapi yang punya peluang besar sepertinya yang punya suara besar di parlemen, ya seperti Gerindra atau Golkar, PDI-P dan Nasdem," pungkasnya. (One)

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved