Minta Siapkan Lahan, Sutarmidji Akan Bangun Gedung SMK di Kubu Raya

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berencana membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan di wilayah Kabupaten Kubu Raya

Minta Siapkan Lahan, Sutarmidji Akan Bangun Gedung SMK di Kubu Raya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Sejumlah pelajar SMKN 5 mengikuti Ujian Nasional hari pertama di gedung SMKN 5 Pontianak, Jl Jend A Yani. 

Minta Siapkan Lahan, Sutarmidji Akan Bangun Gedung SMK di Kubu Raya

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berencana membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Syaratnya, harus tersedia lahan yang luas untuk lokasi sekolah. Hal itu diungkapkan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, saat kegiatan safari Ramadan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (9/5).

“Saya berharap pendidikan perlu mendapat prioritas utama. Kita masih pilih, mudah-mudahan nanti bisa dicari untuk SMK unggulan yang lahannya harus luas,” ujar Sutarmidji.

Midji sapaan akrabnya menjelaskan, rencana pembangunan SMK unggulan bakal terealisasi jika Bupati Kubu Raya mampu menyiapkan lahan yang luas. Jika lahan tersedia, maka pemerintah provinsi akan membangun gedung berikut kelengkapan peralatan laboratorium. Ia memperkirakan nilai gedung dan fasilitas penunjang bisa mencapai Rp 50 Miliar.

“Bupati yang harus siapkan lahan, kita bangun gedungnya. Gedungnya itu dengan peralatan labnya kurang lebih nanti bisa sampai Rp 50 miliar. Jadi tinggal hitung-hitung saja kalau tanah Rp 5 miliar akan mendapat (gedung) Rp 50 miliar,” tuturnya.

Baca: Diprediksi Kembali Duduki Kursi DPRD Landak Periode 2019-2024, Ini Komitmen Cahya Tanus

Baca: Hasil Pilpres di Jawa Timur Situng KPU, Data 72,50%! Jokowi Menang 33 Daerah, Prabowo Hanya Lima

Baca: Jadi Guru Honorer, Rinto Hanya Digaji Rp 700 Ribu Perbulan dan Cari Tambahan dari Les Privat

Midji melanjutkan, jika siswa SMK telah menyelesaikan pendidikannya, maka akan segera dilanjutkan proses sertifikasi. Menurut dia, jurusan-jurusan yang ada di SMK unggulan nantinya disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja.

“Kita pilih jurusan-jurusan yang bisa menjawab pasaran kerja. Jangan buat jurusan yang setelah selesai itu siswa bingung mau kemana. Kita buat yang betul-betul bisa langsung bekerja. Bahkan langsung menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Ia mencontohkan, peluang kerja bagi lulusan sekolah kejuruan di Kubu Raya cukup besar.

“Di Kubu Raya ini coba saja lihat ada berapa AC di pemerintah daerahnya? Mungkin ada ribuan. Buat anak-anak muda itu suruh jadi tenaga service AC. Misalnya suruh servis di kantor bupati dulu,” tukasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved