Kapolsek Tayan Hilir: Kerusakan Bangunan Diduga Akibat Perubahan Kondisi Tanah

Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Charles BN Karimar menyampaikan, Pihaknya menerima informasi terkait terjadinya kerusakan bangunan Rumah Toko

Kapolsek Tayan Hilir: Kerusakan Bangunan Diduga Akibat Perubahan Kondisi Tanah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kondisi bangunan Ruko yang miring di di Jalan Pembangunan, Desa Pedalaman (Pertigaan Jalan Akses Jembatan Kapuas Tayan Bagian Desa Kawat), Kecamatan Tayan Hilir, Rabu (8/5/2019). Ist 

Kapolsek Tayan Hilir: Kerusakan Bangunan Diduga Akibat Perubahan Kondisi Tanah

SANGGAU - Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Charles BN Karimar menyampaikan, Pihaknya menerima informasi terkait terjadinya kerusakan bangunan Rumah Toko (Ruko) milik WL di Jalan Pembangunan, Desa Pedalaman (Pertigaan Jalan Akses Jembatan Kapuas Tayan Bagian Desa Kawat), Kecamatan Tayan Hilir, Rabu (8/5/2019).

“Di Ruko tersebut menjual furniture dan alat elektronik dengan Luas bangunan ruko 2 pintu 9 x 18 Meter, 3 lantai bangunan beton, ”kata Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Charles BN Karimar, Jumat (10/5/2019).

Kapolsek menjelaskan, Kerusakan terjadi pada pondasi dan bangunan yang tidak simetris lagi/miring dan diduga akibat kondisi tanah rawa yang dalam.

Baca: 5 Fakta Menarik Erico Mihardja Kekasih Marshanda, Lulusan Luar Negeri Hingga Bukan Orang Sembarangan

Baca: Juara Umum Naik Dango ke 34 di Landak, Kontingen Ngabang Gelar Syukuran dan Pembubaran Panitia

Baca: Usai Rotasi Besar-besaran Pejabat Eselon 3 dan 4, Bupati Citra Akan Rombak Kepala Dinas

“Kerusakan bangunan tersebut juga akibatkan Ruko di sebelah kanan dan kirinya juga mengalami kerusakan. Ruko 2 pintu 8x12 (2 lantai bangunan), rangka kayu plester semen milik SR. Kerusakan parah sehingga harus dibongkar keseluruhan, ”jelasnya.

Kemudian, Ruko 3 pintu 9 x16 (2 lantai bangunan) rangka kayu plester semen milik MA yang digunakan untuk usaha kios kelontong, cafe transkuliner dan warkop mengalami kerusakan bagian belakang ruko.

“Langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh pemilik ruko dan yang terdampak yaitu melepas sambungan kabel PLN, evakuasi penghuni rumah dan barang-barang, ”ujarnya.

Kemudian, Langkah-langkah berikutnya yang akan dilakukan oleh WL yaitu memanggil tukang dari Pontianak yang memiliki keahlian membongkar bangunan beton.

“Selama proses evakuasi dilakukan pengaturan lalu lintas oleh Polsek Tayan Hilir dan mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati bangunan tersebut, ”pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved