Uji Sampel 12 Titik Pasar Juadah di Pontianak, BBPOM Nyatakan Semua Makanan Bebas Bahan Berbahaya

4 Tim yang ada, menuju ke 14 titik yang sudah di tentukan yang mana di tiap titik lokasi merupakan lokasi pasar ramadhan.

Uji Sampel 12 Titik Pasar Juadah di Pontianak, BBPOM Nyatakan Semua Makanan Bebas Bahan Berbahaya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Pengujian Sampel Makanan di Mobil Laboratorium Balai POM Kalbar, Kamis (09/05/2019) 

Uji Sampling di 12 Titik Pasar Juadah di Pontianak, BBPOM Nyatakan Semua Makanan Bebas Bahan Berbahaya

PONTIANAK - Sebanyak 4 Tim dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Kalimantan Barat, siang hari ini melakukan uji sampel makanan yang di jual di pasar Ramadhan di seluruh kota Pontianak.

4 Tim yang ada, menuju ke 14 titik yang sudah di tentukan yang mana di tiap titik lokasi merupakan lokasi pasar ramadhan.

Dari ke 12 titik yang ada didapat lebih dari 50 sampel makanan yang telah diambil dan kemudian di uji.

Kepala BBPOM Provinsi Kalimantan Barat Susan Gracia Arpan mengungkapkan bahwa dari 58 sampel makanan yang di ambil dari seluruh titik yang ada di kota Pontianak, Seluruhnya negatif dari bahan berbahaya.

Baca: Diuji BBPOM, 58 Sampel Makanan dan Takjil Buka Puasa di Pontianak Negatif Bahan Berbahaya

Baca: BBPOM Pontianak Sidak Bersama Tim Terpadu Kubu Raya Intensifkan Pengawasan Selama Ramadan

"Ada 12 titik pasar Juadah yang di uji sampling, di uji oleh petugas Balai POM Pontianak, yang di uji langsung di mobil laboratorium kita, dan kita menguji 4 parameter bahan berbahaya yang biasa dipakai dan ditemukan didalam pangan, antara lain boraks, formalin, pewarna rhodamin B dan Yellow, dan sejauh ini kita sudah terima 58 sampel, Alhamdulillah aman semua, memenuhi syarat,"ungkapnya.

Dengan hasil tersebut, ia pun mengharapkan agar masyarakat tidak tahu - ragu untuk berbelanja, namun dirinya juga menghimbau agar masyarakat juga tetap teliti.

"Saya mengaharap masyarakat untuk tidak tahu, tapi juga harus tetap kritis, ini terbuat dari apa, kalau lebih kritis kan juga penjual lebih aware / sadar membuat makanannya," tuturnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved