Breaking News:

IKIP PGRI Pontianak Gandeng MGMP IPA Kota Singkawang dalam Kegiatan PKM Tahun 2019

Dunia pendidikan di Indonesia mengalami beberapa kali perubahan kurikulum dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto saat kegiatan program kemenristekdikti Kemitraan Musyawarah (PKM) tahun 2019 di kota Singkawang. 

IKIP PGRI Pontianak Gandeng MGMP IPA Kota Singkawang dalam Kegiatan PKM Tahun 2019

PONTIANAK - Dunia pendidikan di Indonesia mengalami beberapa kali perubahan kurikulum dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan jaman.

Tahun 2014, kurikulum 2013 diberlakukan dalam pendidikan di Indonesia. Pada hakekatnya, kurikulum 2013 ialah sebuah sistem atau pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa disiplin ilmu untuk memberikan pengalaman yang bermakna dan luas kepada peserta didik.

Pembelajaran bermakna dapat terwujud apabila dikemas dalam pembelajaran yang inovatif diantaranya pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik.

Beberapa model pembelajaran yang berbasis pendekatan saintifik dapat diterapkan dalam pembelajaran diantaranya model pembelajaran inkuiri, model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran berbasis proyek.

Baca: Satlantas Polresta Pontianak Imbau Orangtua Awasi Aktivitas Anak di Luar Rumah

Baca: 8 Resep Menu Buka Puasa Dari Tahu, Murah Meriah Anti Ribet!

Baca: Abu Bakar Sebut Figur Prabowo Satu Diantara Fakto Magnet Untuk Menarik Suara di Pemilu

Selain model pembelajaran, guru juga perlu menyiapkan media atau alat peraga yang dapat mempermudah peserta didik dalam proses berpikir untuk menemukan konsep yang dipelajari.

Melalui penggunaan model dan media pembelajaran yang inovatif akan menambah warna dalam pembelajaran sehingga peserta didik tidak lagi dibebankan dengan hafalan konsep namun bagaimana proses untuk menemukan konsep tersebut.

Selain itu, penanaman karakter juga dapat diintegrasikan langsung dalam pembelajaran di kelas.

Namun, kenyataan di lapangan guru masih kesulitan dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik yang terintegrasi dengan penanaman karakter. Hal ini juga dirasakan oleh guru IPA yang tergabung dalam MGMP IPA di Kota Singkawang.

Hasil wawancara dengan ketua MGMP diketahui bahwa model pembelajaran yang digunakan guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional, jarang menggunakan model pembelajaran berbasis pendekatan saintifik.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved