Diuji BBPOM, 58 Sampel Makanan dan Takjil Buka Puasa di Pontianak Negatif Bahan Berbahaya

"Seluruh sampel yang kita lakukan uji coba semua negatif atau tidak mengandung zat berbahaya," ucapnya.

Diuji BBPOM, 58 Sampel Makanan dan Takjil Buka Puasa di Pontianak Negatif Bahan Berbahaya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Tim Lab BBPOM menguji sample takjil di Pasar Juadah Mujahidin dan tidak ditemukan makanan mengandung bahan berbahaya 

Diuji BBPOM, 58 Sampel Makanan Buka Puasa di Pontianak Negatif Bahan Berbahaya, Formaslin, Boraks, Rhodamin dan Metanil

PONTIANAK - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kalbar menggandeng intansi vertikal lainnya seperti Satgas Pangan dari Polda Kalbar, Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kota Pontianak serta Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Kalbar dan stakeholder terkait melakukan inspeksi mendadak, dibeberapa retail besar di Kota Pontianak untuk memastikan panganan yang dijual memenuhi standar dan aturan yang ada.

Satu diantara retail yang didatangi tom gabungan adalah Mitra Anda, satu persatu etalase produk disambangi untuk mengecek kemasan, tanggal kadaluarsa, serta izin edar dan persyaratan lainnya yang telah ditentukan.

Tidak ada temuan berarti di Mitra Anda, bahkan tim Sidak mengawadi hingga gudang penyimpanan dan melihat secara langsung proses return barang telah ditarik kembali.

Kepala BBPOM Pontianak, Susan Gracia Arpan menegaskan bahwa pihaknya melakukan pengawasan rutin sesuai dengan fungsi instansinya.

Baca: BBPOM Pontianak Sidak Bersama Tim Terpadu Kubu Raya Intensifkan Pengawasan Selama Ramadan

Baca: Buka Silaturahim Nasional dan Penandatanganan MoU Salimah-BPPOM, Ini Kata Mahmudah

Sejauh ini ketika melakukan tinjauan di lapangan, baik di Kota Pontianak pangan yang ada relatif aman.

Terutama pada swalayan yang telah dikunjungi, ia menegaskan sudah cukup paham tentang pengawasan pangan.

Ia pun mengimbau kepada konsumen untuk cerdas dalam membeli dan mengkonsumsi barang, jangan lupa cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kadaluarsa (KLIK).

Pada kesempatan yang sama, tim BBPOM juga melakukan pengujian sample makanan disemua kecamatan Kota Pontianakndan mengambil 12 titik yang berbeda.

"Kami juga telah melakukan uji coba terhadap makanan takjil atau jajanan berbuka puasa 12 titik disemua kecamatan Pontianak, kita melakukan tes terhadap baran berbahya yang dicampur pada makanan," ucap Susan Gracia.

Baca: Kepala BBPOM Beri Penjelasan Terkait Larangan Jual Kratom Dalam Bentuk Olahan

Baca: BBPOM Kalbar Akan Lakukan Program Lanjutan Ke Sekolah dan Juga Pasar Tradisional

Dari 12 titik yang dikunjungi tim BBPOM telah mengambil 58 sampel makanan yang langsung diuji dilokasi, karen mobil lab keliling juga dibawa ke lokasi.

"Kita sudah melakukan uji sampel makanan di 12 titik dan 58 sampel makanan hari ini terkait zat, Boraks, Formalin, Rhodamin B dan Kuning Metanil . Seluruh sampel yang kita lakukan uji coba semua negatif atau tidak mengandung zat berbahaya,"ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Pontianak sudah paham terhadap penggunakan bahan berbahaya pada makanan.

"Beragam macam makanan telah diuji semua makanan negatif mengandung bahan berbahaya. Ini menunjukan masyarakat kita sidah taat akan aturan," katanya.

Akumulasi dari bahaya memakan makanan yang mengandung pengawat berhaya itu ditegaskannya memicu kanker dan penyakit lainnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved