Bea Cukai Entikong Musnahkan Pakaian Bekas‎ Hasil Sitaan

Bea Cukai Entikong musnahkan barang bukti Balpres atau pakaian bekas (Lelong) ilega di kantor Bea Cukai Entikong pada hari Rabu

Bea Cukai Entikong Musnahkan Pakaian Bekas‎ Hasil Sitaan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pemusnahan pakaian, sepatu, tas dan boneka bekas asal Malaysia di Kompleks Kantor Bea Cukai Entikong, Rabu (8/5/2019). 

Bea Cukai Entikong Musnahkan Pakaian Bekas‎ Hasil Sitaan

SANGGAU - Bea Cukai Entikong musnahkan barang bukti Balpres atau pakaian bekas (Lelong) ilega di kantor Bea Cukai Entikong pada hari Rabu (8/5/2019) Kemarin.

Pakaian Balpres tersebut terdiri dari pakaian, sepatu, tas serta boneka bekas asal Malaysia tersebut dimusnahkan dengan cara di bakar.

Diketahui pakaian bekas ilegal tersebut berasal dari penegahan baik penegahan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), patroli hutan maupun pelimpahan dari instansi lain seperti TNI dan Kepolisian.

Pada kesempatan yang sama Bea Cukai Entikong juga menghibahkan beberapa barang kepada pemerintah daerah Sanggau. Barang tersebut diantaranya adalah racun untuk hama pertanian, alat semprot racun serta senjata tajam. Diharapkan barang-barang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca: Nilai Total Pembangunan Jembatan Landak II Mencapai Rp106 Miliar

Baca: Presiden Joko Widodo Kunjungi ‘Kawasan Segitiga Emas’ Kalteng Lokasi Calon Ibu Kota Negara

Baca: Akui Telah Jatuh Cinta, Penyanyi Malaysia Baby Shima Jujur Ingin Dinikahi Komedian Sule

“Bea Cukai khususnya Bea Cukai Entikong sebagai community protector terus berkomitmen untuk menjaga Indonesia dari masuknya barang-barang ilegal terutama yang berbahaya” kata P. Dwi Jogyastara selaku Kepala Bea Cukai Entikong pada Kamis (9/5/2019).

Dwi Jogyastara juga mengatakan masih ada barang-barang yang berada di Gudang Tempat Penimbunan Pabean (TPP) yang masih menunggu proses penyelesaiannya.

Menurutnya Barang yang masih berstatus Barang Dikuasai Negara (BDN) akan diajukan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang untuk dinilai dan berubah statusnya menjadi Barang Milik Negara (BMN).

"Setelah berstatus BMN baru dapat dilelang, dimusnahkan, dihibahkan, dihapuskan maupun digunakan atau dioperasikan untuk manjalankan tugas pokok dan fungsi instansi pemerintah,"pungkasnya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved