Bangun Bandara, Wali Kota Singkawang Cari Dana Rp 2 Triliun

Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang berupaya mencari dana untuk pembangunan Bandar Udara (Bandara) baru Kota Singkawang.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Desain pembangunan bandara baru Kota Singkawang 

Di sisi lain, penguatan ekonomi di Singkawang dan daerah sekitarnya juga memberi dampak kepada penguatan Hankam bagi Kawasan perbatasan negara di Kalimantan Barat.

Tantangan dalam merancang sebuah bandar udara adalah untuk mewadahi kebutuhan dan fungsi modern dikombinasikan dengan kehadiran unsur lokalitas.

Bandar udara sebagai gerbang kota, selayaknya dapat memberi kesan yang dapat mewakili karakter dari daerah lokasinya.

Maka dari itu, tim perancang mengambil landasan aspek alam dan budaya sebagai representasi identitas Singkawang ke dalam perancangan bandar udara sebagai gerbang kota.

Perancangan Basic Design Bandar Udara Singkawang oleh Arsitek Hendy Lim dilandasi pendekatan etimologis dari asal usul nama Kota Singkawang.

Berasal dari Bahasa Hakka yakni “San Khew Jong”, berarti sebuah kota yang berlokasi di perbukitan, berdekatan dengan laut dan muara.

Penerjemahan konsep ini kemudian diartikan melalui elemen arsitektur vernakular Tidayu yang diterapkan dalam perancangan.

Melalui tatanan ruang, massa, serta sirkulasi, massa yang berundak-undak dari area apron menuju kerb keberangkatan dan menyimbolkan keindahan kontur Bumi Singkawang mulai dari perbukitan, berundak hingga ke tepian pantai.

Mengusung tatanan yang linear, memudahkan pengembangan Bandara Singkawang di masa mendatang.

Dari area kerb, terminal dibagi menjadi zona keberangkatan dan kedatangan yang dipisah oleh sebuah taman (courtyard).

Area courtyard yang dirancang terbuka dan berintegerasi dengan area sekitarnya merepresentasikan karakteristik dari Arsitektur Tionghua.

Penyusunan massa bangunan memiliki celah udara dan bukaan yang lebar ditujukan untuk memastikan sirkulasi udara alami yang baik.

Posisi ruang tunggu yang diletakkan pada lantai atas serta bentuk tatanan massa yang lebih tinggi menimbulkan kesan rumah panggung adalah representasi dari Arsitektur Dayak.

"Lalu pembentukan massa dengan elemen atap berlapis dihadirkan sebagai representasi dari Arsitektur Melayu," papar Hendy.

DPRD Dukung 100 Persen

Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang, Sumberanto Tjitra mengatakan pada proses awal pembebasan lahan bandara, DPRD telah mendukung dengan menyetujui anggaran.

DPRD akan ikut menyosialisasikan dan memantau perkembangan dari pencanangan yang sudah dilakukan oleh Menteri Perhubungan.

"Yang pasti dari pihak DPRD Kota Singkawang itu mendukung 100 persen," katanya.

Ada beberapa konglomerat yang datang ke Kota Singkawang. Ini merupakan sebuah aset yang luar biasa bagi Kota Singkawang.

Ia berharap tak ada kendala bagi mereka untuk berinvestasi dalam pembangunan bandara. Mereka juga dapat mengajak teman-temannya untuk berinvestasi di Kota Singkawang.

Setelah bandara terealisasi dan adanya pembangunan pelabuhan internasional di Kijing, Kabupaten Mempawah dan ada rencana pembangunan tol dari Kota Pontianak ke Kota Singkawang.

"Ini semua yang akan menggerakkan ekonomi Singkawang dan sekitarnya," tuturnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved