Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad Ungkap Hukum Menggadaikan SK PNS ke Bank

Ustadz Abdul Somad Ungkap Hukum Menggadaikan SK PNS ke Bank......................

Ustadz Abdul Somad Ungkap Hukum Menggadaikan SK PNS ke Bank
Youtube Tafaqquh
Ustadz Abdul Somad Ungkap Hukum Menggadaikan SK PNS ke Bank 

Ustadz Abdul Somad menegaskan hukum menggadaikan SK PNS.

Hal itu disampaikan Ustadz Abdul Somad saat mendapat pertanyaan dari seorang jemaah.

"Kredit yang diambil PNS dari bank dengan menggadaikan SK itu Riba," kata Ustadz Abdul Somad

"Riba. Sekolahkan (gadaikan) SK pinjam Rp100 juta bayar Rp110 juta. Uang dengan uang adalah riba," tegas UAS.

Riba sendiri dalam hukum islam adalah haram. UAS melanjutkan jika dirinya juga adalah seorang PNS.

Baca: Live Streaming Ceramah Ustadz Abdul Somad di TVOne Jelang Berbuka Puasa dan Indahnya Ramadhan 2019

Baca: Ustadz Abdul Somad Beri Contoh Razia Polisi saat Jelaskan Iman di Tadabbur Surat Al-Baqarah 183

"Ustadz ngomong riba karena tidak PNS? Saya PNS. Ada SK Saya di rumah. Sejak lulus sampai sekarang tak pernah saya pakai untuk pinjam," ungkapnya.

"Apakah ustadz banyak duit? Saya tak ada duit. lebih baih hidup bersahaja daripada nampak kaya karena riba," tuturnya.

Dalam ceramah lainnya, Ustadz Abdul Somad memberikan solusi yang bisa dilakukan.

“Lalu ada yang bilang begini, kapan bisa punya mobil, rumah, kalau tidak pinjam bank,” kata pria berusia 40 tahun ini.

UAS menyebut jika Islam membolehkan pembelian dengan jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan harga, dan waktu pembayaran oleh kedua pihak.

Salah satu yang bisa ditempuh adalah dengan jembatan bank syariah.

“Lantas apa bedanya bank konvensional dengan bank syariah. Perbedaannya terletak di akad. Di bank konvensional, kita pinjam uang untuk beli barang. Tapi kalau di bank syariah, tak mau pinjamkan uang."

"Misal kita mau beli mobil, nanti mereka yang beli mobilnya, lalu dijual lagi ke kita dengan harga yang disepakati untuk dibayarkan dalam jangka waktu tertentu,” paparnya.

Dengan sistem akad ini, menurut UAS tidak ada pihak yang dirugikan, baik bank sebagai penjual, maupun nasabah sebagai pembeli.

Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved