Tokoh Masyarakat Minta Mantan Warga Binaan Tunjukan Jadi Pribadi yang Lebih Baik

Lukman berharap kepada para mantan warga binaan atau mantan narapidana menunjukkan bahwa setelah menjalani masa hukuman

Tokoh Masyarakat Minta Mantan Warga Binaan Tunjukan Jadi Pribadi yang Lebih Baik
TRIBUNPONTIANAK/Wahidin
Suasana di dalam Lapas Kelas II B Sintang yang berada di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kabupaten Sintang, Rabu (8/5/2019) pagi. 

Tokoh Masyarakat Minta Mantan Warga Binaan Tunjukan Jadi Pribadi yang Lebih Baik

SINTANG - Satu di antara tokoh masyarakat di Kabupaten Sintang, Lukman berharap kepada para mantan warga binaan atau mantan narapidana menunjukkan bahwa setelah menjalani masa hukuman dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

Menurutnya memang tidak semua masyarakat dapat menerima sepenuhnya kehadiran warga binaan kembali ke lingkungan masyarakat. Sebab itu, dengan menunjukkan menjadi pribadi yang lebih baik tentu jadi pembuktian.

"Tunjukan bahwa kita sudah bertaubat dengan kejahatan yang pernah dilakukan. Tunjukkan kita menjadi pribadi yang lebih baik, misalnya dengan rajin beribadah, jauhi perbuatan buruk, sambung tali silaturahmi," katanya, Rabu (8/5/2019) pagi.

Lebih lanjut, dirinya juga meminta masyarakat jangan sampai berlebihan menaruh anggapan buruk kepada mantan warga binaan. Sebab bagaimanapun, setiap manusia pernah berbuat salah dan berkesempatan bertaubat.

"Kalau misalnya sedikit lebih waspada tidak apa, tapi jangan sampai menunjukannya di depan mereka. Mereka juga berhak untuk hidup yang lebih baik, kalau perlu kita rangkul, kita bantu, kita arahkan ke lebih baik," katanya.

Baca: Kalapas Sintang Harap Masyarakat Tak Lagi Menstigmasisasi Mantan Warga Binaan

Baca: Viral Video Klip Thanos Menari K-Pop Ala BLACKPINK hingga Momoland

Baca: Ramdan Beberkan 21 Orang Penyelenggara Pemilu Meninggal dan 112 Sakit di Kalbar

Sementara itu, satu di antara warga Kabupaten Sintang, Irwan mengatakan bahwa memang pandangan dirinya saat mendengar tentang mantan narapidana tentu yang pertama kali terpikir adalah seorang mantan penjahat.

"Pastinya kita berpikir bahwa dia adalah mantan penjahat. Wajar kalau misalnya kita sedikit lebih waspada. Tapi tentunya jangan juga sampai kita berlebihan, seperti menjauhi, tidak mau menegur atau bahkan mengolok-olok," jelasnya.

Menurutnya, sikap yang benar adalah dengan tetap menjaga hubungan namun tidak salahnya menaruh kewaspadaan. Tetapi jika mantan narapidana tersebut menunjukkan jadi pribadi lebih baik, tetap harus disambut positif.

"Jika dia misalnya ketika ingin bekerja, terus ada pekerjaan yang bisa dia kerjakan tentu tidak salahnya diterima. Namun tetap kita lihat, apakah dia rajin, dia niat bekerja, jika seperti itu tentu harus kita sambut baik," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved