Polda Kalbar Amankan Solar Ilegal dari 3 Gudang di Ketapang, Jumlahnya Cukup Fantastis

dari 3 gudang tersebut diketahui milik tiga warga berinisial S (54), HW (46) dan J (41) yang kini telah di tetapkan sebagai tersangka.

Polda Kalbar Amankan Solar Ilegal dari 3 Gudang di Ketapang, Jumlahnya Cukup Fantastis
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Ditreskrimsus Polda Kalbar saat melakukan pengrebekan gudang penyimpanan BBM di kawasan Kendawangan Ketapang, beberapa waktu lalu 

Polda Kalbar Amankan Solar Ilegal dari 3 Gudang di Ketapang, Jumlahnya Cukup Fantastis

KETAPANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar ungkap penimbunan solar tanpa izin di wilayah Kendawangan Kabupaten Ketapang, Selasa (7/5/19).

Penimbunan Solar tak berizin itu diperkirakan menampung solar ilegal dalam jumlah cukup fantastis, sekitar 10 ribu liter, yang disimpan di dalam 50 drum.

Seluruhnya berhasil diamankan Tim Subidut 4 Ditreskrimsus Polda Kalbar.

Dir Reskrimsus Polda Kalbar Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah menuturkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat dan ditindaklanjuti oleh Anggota Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kalbar.

Baca: Warga Ketapang Berharap Kapal Ekspres Segera Beroperasi Kembali

Baca: Akan Kembali Beroperasi, Pemda Ketapang Kaji Subsidi Kapal Express

“Pertama mendapatkan informasi dari masyarakat kemudian tim melakukan penyelidikan dugaan tinda pidana Migas tersebut di Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang dan tim menemukan 3 gudang tempat penyimpanan dan penimbunan BBM,"ujar Dir Reskrimsus Polda Kalbar pada Rabu (8/5/2019)

Lebih lanjut ia menerangkan, dari 3 gudang tersebut diketahui milik tiga warga berinisial S (54), HW (46) dan J (41) yang kini telah di tetapkan sebagai tersangka.

“Untuk lokasi pertama tim mengungkap di Gudang solar milik S di Desa Mekar Utama dengan total barang bukti sebanyak 10 drum atau 2.000 liter, "ujar Mahyudi.

Baca: Polisi Tolak Pelimpahan Kasus Solar Ilegal dari Tim Intel Korem

Baca: 6 Ton Solar Ilegal Ditangkap Polisi

"Dan kemudian di lokasi kedua di gudang milik HW yang sama di desa Mekar Utama juga dan didapati 20 drum atau 4.000 liter dan terakhir gudang milik J di dusun Banjar Sari Barat sebanyak 20 drum atau 4.000 liter” ungkap mantan Kapolres Sintang ini.

Dan kemudian Mahyudi mengtakan bahwa penyimpanan dan penimbunan ini berasal dari kencingan kapal-kapal yang ada di kecamatan Kendawangan seharga Rp. 5000,- perliternya.

Baca: Diduga Tampung Solar Ilegal, Aswat Ditangkap Polisi

Baca: Kapenrem: Solar Ilegal Dijual ke Perusahaan Sawit

“BBM Solar yang ada di 3 Gudang dari hasil kencingan dari kapal di Kecamatan Kendawangan seharga Rp. 5000,- perliternya dan dijual kembali dengan harga Rp 6.000 perliternya.”

Lanjutnya, untuk sementara masih di lakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada Para pelaku penyimpanan dan penimbunan BBM berjenis solar ini

"Mereka akan diancam akan dikenakan Pasal 53 huruf D Undangn - Undang No. 22 tahun 2001 tentang Migas yaitu setiap orang yang melakukan niaga sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 tanpa izin usaha niaga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun."katanya.

Dikatakannya lagi," Kasus masih dilakukan pemberkasan dan kelengkapan administrasinya, rencana kami juga akan Pemeriksaan saksi ahli BPH migas Jakarta” pungkasnya. (hdi)

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved