Panwascam di Kubu Raya Diduga Terima Suap, Bawaslu Pastikan Tak Bisa Jadi Penyelenggara Pemilu Lagi

Ia mengatakan belum menemukan tindak pidana Pemilu yang diatur pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Ketua Bawaslu Kubu Raya U Juliansyah 

Panwascam di Kubu Raya Diduga Terima Suap, Bawaslu Pastikan Pelaku Tak Bisa Jadi Penyelenggara Pemilu Lagi

PONTIANAK - Ketua Bawaslu Kubu Raya, U Juliansyah menungkapkan jika pihaknya telah membuat pleno putusan terkait dengan Panwascam yang diduga menerima suap.

"Kita sudah lakukan pleno selama lima hari, setelah kasus ini diketahui, dan untuk Panwascam kita berikan sanksi pemberhentian tetap, sanksi hukumnya jelas. Ke depannya tidak akan bisa lagi menjadi penyelenggara Pemilu hingga di tingkat TPS," katanya, Rabu (08/05/2019).

Ia mengatakan belum menemukan tindak pidana Pemilu yang diatur pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. 

Baca: Bantah Lakukan Penyuapan, SI: Ketua PPK dan Panwascam Minta Nominal Pada Relawan

Baca: Geger Suap Rp 100 Juta PPK-Panwascam di Kalbar, Eks Ketua KPU Umi Rifdiyawati Desak Investigasi

Maka dari itu, dugaan penyuapan dilimpahkan ke kepolisian untuk penindakan melalui pelanggaran undang-undang lainnya.

"Sementara pelanggaran kode etik sudah kami selesaikan, yakni pemberhentian tetap, yang bersangkutan diberhentikan, namun juga mengundurkan diri sebagai Ketua Panwascam," katanya.

Bawaslu Kubu Raya, kata dia, masih mendalami pelanggaran admintrasi Pemilu. Walau hasil klarifikasi kepada Panwascam dan PPK yang terlibat kasus ini, menyatakan tidak ada perubahan suara.

"Untuk dugaan pelanggaran administrasinya masih kami dalami," katanya. (dho)
 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved