Gelar Razia, Dishub dan Polresta Temukan Kontainer Tanpa Pengunci Box

Giat penertiban lalulintas terus digalakan oleh Dinas Perhubungan dan Polresta Pontianak guna menciptakan keamanan dan kenyamanan

Gelar Razia, Dishub dan Polresta Temukan Kontainer Tanpa Pengunci Box
TRIBUNPONTIANAK/Syahroni
Petugas Dishub memeriksa kontainer yang terjaring dalam giat razia, Jalan Rahadi Oesman, Rabu (8/5/2019). 

Gelar Razia, Dishub dan Polresta Temukan Kontainer Tanpa Pengunci Box

PONTIANAK - Giat penertiban lalulintas terus digalakan oleh Dinas Perhubungan dan Polresta Pontianak guna menciptakan keamanan dan kenyamanan berkendara dijalan raya.

Kali ini, Dishub dan Polresta Pontianak menertibkan kendaraan angkutan roda empat keatas. Giat operasi dilangsungkan di Jalan Rahadi Oesman dengan sasaran utama menertibkan kontainer, tronton dan angkutan penumpang.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi operasi penertiban kendaraan angkutan ini kegiatan rutin yang dilakukan.

Ia menegaskan satu diantara faktor penyebab kecelakaan yang terjadi adalag kelalaian dari pengemudi, oleh karena itu dalam operasi penertiban yang menjadi sasaran pemeriksaan adalah surat menyurat kendaraan serta kelengkapan dan kesiapan kendaraan itu sendiri.

"Operasi razia terhadap angkutan ini sering kita lakukan bersama Polresta guna mengecek surat-surat kendaraan dan kesiapan atau kelayakan dari kendaraan yang beroperasi," ucap Utin Srilena Candramidi saat diwawancarai di lokasi kegiatan razia, Rabu (8/5/2019).

Baca: Jadwal Imsak Makassar Ramadhan 1440 H dan Waktu Buka Puasa Ramadan 2019 di Makassar

Baca: Ramdan Beberkan 21 Orang Penyelenggara Pemilu Meninggal dan 112 Sakit di Kalbar

Baca: Sasar Indekos dan Penginapan, Satpol PP Dapati WNA Asal Malayasia Terbukti Pakai Narkoba

Razia terhadap kendaraaj ditegaskannya bagian dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan terutama angkutan umum, angkutan penumpang dan angkutan orang.

Kecelakaan yang terjadi ia sampaikan besar pengaruh dari kondisi kendaraan yang tidak layak human error sehingga penertiban ini diharapkan mampu mengurangi kecelakaan dan memberikan rasa aman pada penumpang maupun pengguna jalan lainya.

Setidaknya dalam waktu razia sekitar dua jam di Depan Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Oesman tersebut, ditemukan 15 pelanggaran dan ada yang cukup fatal dilakukan oleh kontainer yang dapat membahayakan orang lain.

"Hari ini kita mendapatkan 15 pelanggaran mulai dari surat menyurat tidak lengkap baik kendaraan maupun pengemudinya. Selain itu, beberapa kontainer tidak menggunakan twist locked atau pengunci box kontainer sehingga saat menanjak atau menikung bisa saja itu terjatuh dan membahayakan orang lain," tegas Utin Srilena.

Mereka yang kedapatan tidak dapat menunjukan kelengkapan surat kendaraan maupun SIM diberikan tilang. Sedangkan yang tidak lengkap perlengkapan seperti twist locked akan disuruh balik arah untuk mengambil kembali karena hal itu menurutnya sangat penting. Selain itu, pelanggaran lainnya untuk kontainer adalah mereka tidak mengindahkan aturan pemasangan perisai dikolong kendaraan.

"Termasuk kendaraan yang berubah bentuknya, tidak sesuai dengan STNK dan KIR. Makanya pemiliknya harus segera membuat di mana lokasi dia membuat," ujar Utin

Truk-truk yang terjaring razia juga ada yang sudah tidak layak, termasuk yang kelebihan muatan maka disuruh balik arah supaya tidak ada over dimensi atau overload.

"Tadi ada muatan lebih Kita suruh pulang ke pelabuhan dan bongkar di sana sehingga muatannya sesuai dengan aturan Kementerian Perhubungan. Mereka yang melanggar, kita tilang nanti mereka ambil di Kejaksaan Negeri tanggal 24 Mei 2019. Sedangkan mereka yang tidak lengkap surat-menyuratnya seperti SIM dan STNK kita serahkan ke kepolisian," ucap Utin Srilena Candramidi.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved