Bea Cukai Entikong Musnahkan Pakaian Bekas Asal Malaysia

Bea Cukai Entikong musnahkan pakaian, sepatu, tas dan boneka bekas asal Malaysia di Kompleks Kantor Bea Cukai Entikong, Rabu (8/5/2019)

Bea Cukai Entikong Musnahkan Pakaian Bekas Asal Malaysia
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pemusnahan pakaian, sepatu, tas dan boneka bekas asal Malaysia di Kompleks Kantor Bea Cukai Entikong, Rabu (8/5/2019). 

Bea Cukai Entikong Musnahkan Pakaian Bekas Asal Malaysia

SANGGAU - Bea Cukai Entikong musnahkan pakaian, sepatu, tas dan boneka bekas asal Malaysia di Kompleks Kantor Bea Cukai Entikong, Rabu (8/5/2019). Barang-barang yang dimusnahkan tersebut adalah hasil penindakan Bea Cukai di Pos Lintas Batas Negara Entikong dan sekitarnya.

“Pemusnahan ini bagian dari tugas dan fungsi kami sebagai community protector, melindungi masyarakat perbatasan dari masuknya barang-barang ilegal, ”kata Kepala Bea Cukai Entikong, Dwi Jogyastara melalui rilisnya, Rabu (8/5/2019).

Dikatakanya, Pakaian bekas ini sebagaimana diatur dalam Permendag 51, merupakan barang larangan dan pembatasan yang perlakuannya harus dimusnahkan.

“Barang bukti penindakan yang dimusnahkan lebih kurang satu truk, dengan perkiraan nilai Rp200 juta, ” ujarnya.

Baca: PREDIKSI Line Up Valencia Vs Arsenal Semifinal Leg 2 Liga Europa Live RCTI Pukul 02.00 WIB

Baca: Ramdan Beberkan 21 Orang Penyelenggara Pemilu Meninggal dan 112 Sakit di Kalbar

Baca: Jadwal Imsak Makassar Ramadhan 1440 H dan Waktu Buka Puasa Ramadan 2019 di Makassar

Ia mengatakan, barang-barang yang dimusnahkan ini adalah wujud sinergisitas bersama lintas instansi di perbatasan dalam pencegahan masuknya produk ilegal. “Barang-barang ini diamankan dari PLBN Entikong dan jalur tikus di sekitar perbatasan Kabupaten Sanggau, ”jelasnya.

Ia menegaskan, Perbatasan cukup rentan pemasukan produk bekas pakai seperti pakaian, sepatu maupun tas. Karena produk bekas pakai di Malaysia dijual dengan harga murah.

“Murahnya produk bekas asal Malaysia itu dimanfaatkan pedagang lokal untuk menjualnya kembali ke perbatasan. Jadi masyarakat memanfaatkan kondisi itu dengan memasukkan secara ilegal, ”pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved