Nelayan di Kendawangan Diamankan Polisi, Diduga Edarkan Narkoba Jenis Sabu

Anggota Polsek Kendawangan berhasil meringkus Syamsu (48) yang berprofesi sebagai nelayan yang juga diduga sebagai pemakai

Nelayan di Kendawangan Diamankan Polisi, Diduga Edarkan Narkoba Jenis Sabu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Nur Imam Satria
Tersangka bernama Syamsu (48) warga Desa Kendawangan Kiri yang saat ini telah diamankan di Mapolres Ketapang karena diduga pemakai sekaligus pengedar narkoba jenis sabu. 

Nelayan di Kendawangan Diamankan Polisi, Diduga Edarkan Narkoba Jenis Sabu

KETAPANG - Anggota Polsek Kendawangan berhasil meringkus Syamsu (48) yang berprofesi sebagai nelayan yang juga diduga sebagai pemakai sekaligus pengedar narkotika jenis sabu, pada Jum'at (02/05/2019) dinihari.

Saat dikonfirmasi, tersangka penyalahgunaan narkoba, Syamsu (48) warga Desa Kendawangan Kiri membantah kalau dirinya sebagai pengedar narkoba, ia mengaku dirinya hanya sebatas pemakai narkoba dan saat kejadian dirinya tidak dalam keadaan mengkonsumsi narkoba.

"Saya tidak pernah jual narkoba, saya hanya pemakai saja," ungkapnya saat ditemui di Mapolres Ketapang, Selasa (07/05).

Terkait diamankannya dirinya beserta barang bukti 5 paket sabu dengan total berat 5,58 gram diakui tersangka bukanlah miliknya, ia mengaku hanya membantu seseorang yang meminta barang tersebut diantarkan ke satu diantara speedboat yang akan berangkat menuju ke Desa Air Hitam.

Baca: Liverpool Bisa Contoh AS Roma, Atau Barcelona Jadikan PSG Kedua di Liga Champions 2018 - 2019

Baca: Pembacaan Form DB KPU Singkawang Sempat Diskors, KPU Kalbar Yakini Akan Selesai Tepat Waktu

Baca: Tips Memilih Pangan Yang Sehat Dari Loka POM Sanggau

"Ceritanya, saya sedang jalan-jalan subuh, kemudian ketemu dua orang sedang jalan kaki, keduanya melambaikan tangan ke saya, kemudian saya hampiri dan setelah itu mereka meminta saya mengantarkan sebuah paket dikemas didalam kardus," akunya.

Saat itu dirinya sempat mempertanyakan kepada kedua orang tersebut apa isi paket tersebut, dan keduanya mengatakan kalau isinya adalah beberapa alat mobil, karena berniat dibantu dan tidak menaruh curiga lantaran kedua orang yang dimaksud berbicara dengan logat seperti warga Desa Air Hitam dirinya kemudian mengantarkan barang tersebut.

"Karena niatnya mau membantu, saya ambil barangnya dan kemudian mengantarkannya ke hotel batang. Saya tidak tahu kalau itu isinya narkoba dan dengan meminta bantuan saya tidak kenal karena saya niatnya cuma mau membantu saja," lanjutnya.

Diakuinya, barang tersebut diminta oleh kedua orang yang berciri-ciri kurus dan gemuk agar diantar ke seorang supir speed. Hanya saja dirinya tidak mengetahui siapa supir speed yang dimaksud lantaran saat tiba di hotel batang dirinya tidak bertemu dengan orang yang dimaksud.

"Saat tiba dihotel supirnya belum bangun, jadi saya tunggulah, tidak lama saya kemudian diamankan," terangnya.

Untuk itu, ia menegaskan kalau dirinya sama sekali tidak bersalah dalam hal ini, apalagi terlibat dalam jual beli narkoba, lantaran selama ini dirinya hanyalah sebagai pemakai.

"Saya hanya pemakai, sudah setahun lebih memakai, biasanya saya beli sama warga dari Sumatera yang tinggal di Kendawangan bernama Nata," pungkasnya.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved