Internasional

Tiga Pekan Menghilang, Pemerintah Rahasiakan Kondisi Presiden Vietnam

Beragam rumor berkembang terkait kesehatan presiden Vietnam, Nguyen Phu Trong, yang tidak muncul ke publik selama tiga pekan terakhir.

Tiga Pekan Menghilang, Pemerintah Rahasiakan Kondisi Presiden Vietnam
Getty Images
Presiden Vietnam, Nguyen Phu Trong 

"Saya sungguh kecewa pada media pemerintah. Mereka tidak berkata apapun terkait ketidakhadiran kepala negara dalam seremoni itu," kata seorang warganet, Thanh Lan, di laman Facebook BBC Vietnam.

Rahasia yang dijaga ketat

Setelah Trong menghilang dari ruang publik tiga pekan silam, muncul desas-desus bahwa ia dilarikan ke rumah sakit akibat serang stroke ringan. BBC Vietnam memberitakan, Trong kala itu juga tak mampu menggerakkan lengannya.

Koran dan televisi Vietnam, yang beroperasi di bawah kendali pemerintah, memperlihatkan aktivitas publik terakhir Trong, yaitu mengunjungi tambak udang di Kien Giang, dekat perbatasan Kamboja.

Sebagian besar masyarakat Vietnam ragu dengan media massa pemerintah. Undang-undang terbaru tentang kerahasiaan negara bahkan semakin memupus kepercayaan publik.

Menjaga informasi kesehatan pimpinan partai dan pejabat negara dipandang sebagai salah satu siasat memperlihatkan stabilitas Vietnam sebagai negara bersistem partai tunggal.

Banyak warga Vietnam kemudian beralih ke Facebook untuk meraih informasi. Terdapat sekitar 35 juta pengguna Facebook di negara ini.

Warganet Vietnam mengharapkan kesembuhan Trong yang meraka pandang tengah memimpin gerakan antikorupsi serta membendung pengaruh China di kawasan mereka.

Baca: Kalah Lawan Vietnam, Pelatih Tim Nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri Minta Tak Salahkan Pemain

"Saya berharap dia sehat sehingga bisa memimpin bangsa ini, terutama dalam kampanye antikorupsi yang masih berlangsung," kata Hoang Lan di laman Facebook BBC Vietnam.

"Jika dia wafat, Vietnam akan ricuh. Dia memiliki dilema: tidak memberantas korupsi akan membuat publik kehilangan kepercayaan terhadap sistem, tapi penindakan masif akan memunculkan banyak musuh," kata Hoang Lan.

Halaman
123
Editor: Dian Lestari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved