Listrik Padam di Tarawih Pertama Dikecam Warga Ketapang, PLN Ketapang Beri Penjelasan Penyebabnya

Adanya kenaikan pemakaian yang dilakukan oleh pelanggan ditudingnya jadi biang kerok pemadaman listrik tak terencana tersebut.

Listrik Padam di Tarawih Pertama Dikecam Warga Ketapang, PLN Ketapang Beri Penjelasan Penyebabnya
Jamadin
Suasana salat tarawih di sebuah Masjid yang gelap gulita karena listrik padam, Sabtu (28/6/2014) malam 

Listrik Padam di Tarawih Pertama Dikecam Warga Ketapang, PLN UP3 Ketapang Beri Penjelasan Penyebabnya

KETAPANG - Sejumlah masyarakat Kabupaten Ketapang mengecam aksi Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Ketapang yang melakukan pemadaman listrik menjelang pelaksanaan salat terawih perdana disejumlah wilayah di Ketapang.

Ditambah pemadaman tersebut tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Manager Pelayanan Pelanggan PLN UP3 Ketapang, Wahyu, saat dikonfirmasi, mengaku pemadaman yang terjadi pada Minggu (05/05/2019) malam terpaksa dilakukan pihaknya.

Adanya kenaikan pemakaian yang dilakukan oleh pelanggan ditudingnya jadi biang kerok pemadaman listrik tak terencana tersebut.

Baca: Listrik Padam Saat Salat Tarawih Perdana di Ketapang, Warga Protes PLN

Baca: PU Ketapang Targetkan Pembangunan Jalan Pelang - Tumbang Titi Juni Ini, Anggarannya Rp 60 Miliar

"Sistem kita mencatat pemakaian pelanggan mengalami kenaikan. Sedangkan pembangkit PLTU unit 2 masuk dalam waktu pemeliharaan dan mesin ruston masih dalam perbaikan," ungkapnya, Senin (06/05).

Wahyu menjelaskan, saat ini daya mampu dengan adanya pemeliharaan yang dilakukan tadi malam sebesar 26.1 MW kemudian beban penyaluran sebanyak 28.5 MW sehingga terjadi defesit 2.4 MW, sehingga pihaknya terpaksa melakukan pemadaman di sebagian daerah.

"Pemadaman Itu untuk menghindari blackout sistem dan itu memang diluar perkiraan kami," akunya.

Baca: Warga Sambut Baik Rencana Pemda Bentuk BNN di Ketapang

Baca: Segera Bentuk BNN, Pemda Ketapang Telah Sampaikan Proposal Pembentukan Ke BNNP

Diakuinya, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin menjaga kelistrikan di Ketapang serta Kayong Utara dengan menyediakan sebanyak 216 petugas teknik yang tersebar di 4 unit layanan pelangganan dan 22 kantor jaga dengan armada 20 mobil dan 37 motor.

"Itu agar jika terjadi pemadaman tidak terencana bisa segera tertangani. Kami memohon maaf dan doanya kedepan agar bisa memberikan pelayanan maksimal," tandasnya.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved