Ramadan
Doa Buka Puasa Ramadhan 1440 H Sesuai Sunnah Rasulullah SAW, Cek Waktu Berbuka Puasa Hari Ini
Doa Buka Puasa Ramadhan 1440 H Sesuai Sunnah Rasulullah SAW, Cek Waktu Berbuka Puasa Hari Ini
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Ada dua doa berbuka puasa yang banyak digunakan.
Dari kedua doa itu, satu di antaranya bersumber dari hadits dhoif.
Dilansir dari Zakat.or.id, waktu berbuka puasa ditandakan dengan kumandang adzan magrib.
Berikut doa berbuka puasa:
Lafadz Pertama
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin
Artinya: "Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih,"
Lafadz Kedua
Selain doa buka puasa di atas, ada satu pendapat lainnya tentang doa buka puasa yang berasal dari hadis Rasulullah SAW yaitu sebagai berikut,
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.
Baca: Bacaan Niat Solat Maghrib dan Lafaz Wirid Doa Setelah Salat Magrib & Keutamaan Shalat di Awal Waktu
Baca: Bacaan Niat Solat Isya dan Bacaan Wirid Setelah Sholat, Cek Jadwal Salat Isya di Sini!
Baca: Niat Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah Ramadhan 1440 H, UAS Jelaskan Jumlah Rakaat Solat Tarawih
Artinya: Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.” (Hadits shahih, Riwayat Abu Daud: 2/306, no. 2357 dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678)
Kedua doa diatas telah diajarkan turun temurun dari Ulama ke Ulama yang dipercaya oleh umat. Seperti dalam artinya, karena Allah Ta’ala.
Ustadz Abdul Somad mengatakan, kedua doa berpuka puasa itu boleh dipakai.
Hal itu seperti disampaikan Syekh Ibnu Utsaimin ulama Saudi Arabia.
Ustadz Abdul Somad mengatakan, lafaz doa buka puasa yang pertama berasal dari hadits dhoif.
"عن معاذ بن زُهْرة: أنه بلغه أن النب ي صَلَّى الََُّّ عَلَيْهِ وَسَ لَّمَ كان إذا أفْطر؛ قال: " اللهم لك صُمْت، وعلى رزقك أفطرت
Dari Mu’adz bin Zuhrah: telah sampai kepadanya bahwa ketika berbuka Rasulullah Saw mengucapkan: “Ya Allah untuk-Mu puasaku dan atas rezeki-Mu aku berbuka”.
Menurut Syekh al-Albani, sanad hadits itu dha’if mursal, status Mu’adz ini adalah seorang tabi’i majhul.
Namun Syekh Ibnu ‘Utsaimin Membolehkan Doa Yang Didha’ifkan Syekh al-Albani:
"Sesungguhnya waktu berbuka adalah waktu terkabulnya doa, karena waktu berbuka itu waktu akhir ibadah, karena biasanya manusia dalam keadaan sangat lemah ketika akan berbuka, setiap kali manusia dalam keadaan jiwa yang lemah, hati yang lembut, maka lebih dekat kepada penyerahan diri kepada Allah SWT,".
Baca: Bacaan Niat Solat Maghrib dan Lafaz Wirid Doa Setelah Salat Magrib & Keutamaan Shalat di Awal Waktu
Baca: Bacaan Niat Solat Isya dan Bacaan Wirid Setelah Sholat, Cek Jadwal Salat Isya di Sini!
Baca: Niat Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah Ramadhan 1440 H, UAS Jelaskan Jumlah Rakaat Solat Tarawih
Adapun doa yang ma’tsur adalah:
اللهم لك صمت، وعلى رزقك أفطرت
“Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu”.
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka”.
Juga sabda Rasulullah Saw:
ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاءالله
“Dzahaba azh-Zhama’u wabtallati al-‘Uruqu wa"
“Dahaga telah pergi, urat-urat telah basah dan balasan telah ditetapkan insya Allah"
Cek jadwal berbuka puasa melalui link berikut: KLIK DI SINI.
Niat Puasa Ramadhan
Niat Puasa Ramadhan dilafazkan hanyalah untuk menjaga agar kita tidak was-was.
Sejatinya, niat ada di dalam hati. Dilansir dari NU.or.id, niat dalam ibadah, harus memenuhi beberapa kriteria yang disesuaikan dengan ibadah yang akan dikerjakan.
Untuk niat puasa, ada dua kriteria yang harus dipenuhi. Pertama, bermaksud mengerjakan puasa, yang masuk kategori; qosdul fi’li.
Kedua menyatakan puasa apa yang akan dikerjakan, misalnya puasa Ramadhan, puasa kaffarah, puasa nadzar dan lain sebagainya.
Dimana hal ini masuk ketegori ; Atta’yin. Adapun yang menyempurnakan adalah menegaskan fardhu atau sunnahnya puasa yang akan dikerjakan, yang masuk dalam ketegori ; Atta’arrudl.
Lantas, menegaskan bahwa puasa yang akan dikerjakannya itu semata-mata karena Allah SWT.
Berikut niat Puasa Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala.”
Yang perlu diingat, kekeliruan dalam melafalkan niat tak berpengaruh pada keabsahan puasa, selama terbesit dalam hati untuk berpuasa.
Seperti dikatakan, niat berhubungan dengan getaran batin.
Sehingga ucapan lisan hanya bersifat sekunder belaka.
Tapi kekeliruan akan menimbulkan rasa janggal, terutama di mata para ahli gramatika Arab.