Wali Kota Pontianak Minta Pantau THM Selama Ramadan, Atur Jam Operasional

pengelola tempat hiburan malam (THM) di-warning untuk patuh terhadap aturan waktu operasional selama Bulan Ramadan yang diterbitkan Pemkot Pontianak

Wali Kota Pontianak Minta Pantau THM Selama Ramadan, Atur Jam Operasional
ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono . 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak membatasi jam operasional segala pusat hiburan malam selama bulan suci Ramadan 1440 H/2019. Pembatasan tersebut dimaksudkan untuk menjaga kekhusukan dan ketenteraman warga Kota Pontianak selama bulan puasa.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, pihaknya telah mengeluarkan edaran untuk itu, khususnya pada tempat hiburan agar mentaati ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. "Kita sudah membuat surat edaran untuk pusat hiburan malam, kita batasi jam operasionalnya. Ini sudah berlaku setiap tahun, kita atur jadwalnya," ucap Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Minggu (5/5/2019).

Untuk itu, pengelola tempat hiburan malam (THM) di-warning untuk patuh terhadap aturan waktu operasional selama Bulan Ramadan yang diterbitkan Pemkot Pontianak. Dalam pelaksanaannya, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) nantinya akan melakukan pemantauan tiap hari.

Baca: Sebar Kebencian Lewat Facebook Diamuk Warga Tanray II, Pengakuan GV Bikin Miris

Baca: Perbanyak Ibadah saat Ramadan, 10 Amalan Sunnah Ini Bisa Tambah Kesempurnaan Puasa!

Dalam edaran tersebut, tertulis tempat hiburan malam seperti karaoke, biliard, dan sejenisnya hanya bisa buka dua jam, dari pukul 21.00 hingga 23.00 WIB selama Ramadan. Jajaran Sat Pol PP diminta tegas pada THM yang tidak taat aturan. “Kita berharap semua pelaku usaha mentaati aturan yang ada. Masyarakt juga bisa melapor bila menemukan THM yang tak taat aturan, ” tandasnya.

Tak hanya THM, Edi juga mengimbau pada seluruh rumah makan yang ada di Kota Pontianak untuk lebih sopan berjualan selama bulan suci ini.

“Rumah-rumah makan kita imbau untuk lebih sopan dan tidak vulgar terbuka. Silakan buka dan berjualan, tapi harus tertutup tirai. Kita ingin menunjukan suasana Ramadan dan menunjukan suasana kota kita yang aman dan tentram," ujar Edi.

Kota Pontianak disebutnya adalah kota religi, kota nyaman dan tentram untuk semua agama, suku, dan golongan. Maka ia meminta pada masyarakat untuk saling menghargai dan menghormati.

"Pontianak ini adalah Indonesia mini, semua agama dan semua suku ada di sini. Mari kita jaga kenyamanan dan ketentraman yang ada ini," ucap Edi Kamtono.

Lanjut disampaikannya bahwa Bulan Ramadan adalah bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim karena bagi umat muslim bulan ini penuh keberkahan dan setiap amal ibadah akan dilipat gandakan.

Untuk menghargai dan menghormati umat muslim yang melaksanakan ibadah itulah edaran dikeluarkan dan ia ingin menciptakan suasana Ramadan di Kota Pontianak.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved