Kapolresta Anwar Nasir Imbau Masyarakat Jaga Jempolnya Saat Berselancar di Media Sosial

Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir mengimbau kepada seluruh masyarakat maupun wargnet untuk menjaga jempolnya agar tidak langsung share

Kapolresta Anwar Nasir Imbau Masyarakat Jaga Jempolnya Saat Berselancar di Media Sosial
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir saat menunjukkan barang bukti berupa handphone dari pelaku yang digunakan untuk membuat postingan ujaran kebencian di media sosial. 

Kapolresta Anwar Nasir Imbau Masyarakat Jaga Jempolnya Saat Berselancar di Media Sosial

PONTIANAK - Terkait kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh seorang pemuda melalui akun media sosial, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir mengimbau kepada seluruh masyarakat maupun wargnet untuk menjaga jempolnya agar tidak langsung share dan memosting hal-hal yang menjurus ke ujaran kebencian dan sara.

Apalagi ini mendekati bukan puasa kondusifitas harus tetap terjaga.

"Jangan terima mentah-mentah, filter dan cermati setiap informasi yang masuk atau hendak dibagikan," ujarnya, Minggu (5/5).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pelaku ujaran kebencian yang menyinggung SARA didatangi oleh massa saat di rumah kontrakan nya di Jalan Tanjung Raya II Kecamatan Pontianak Timur, mengakui perbuatannya.

Baca: Murni Tak Kuasa Menahan Haru Terima Bantuan Bedah Rumah

Baca: KLASEMEN MotoGP 2019 Usai MotoGP Jerez Spanyol, Poin Marc Marquez Salip Valentino Rossi

Baca: Sedang Berlangsung LIVE STREAMING MotoGP Jerez Spanyol 2019, Marc Marquez Agresif

Kapolresta Pontianak mengungkapkan pengakuan pelaku kepada pihaknya setelah dilakukan pemeriksaan atau intorgasi.

"Pengakuan pelaku melakukan itu karena ikut-ikutan temannya dengan situasi yang ada," ungkap Kapolresta.

Tak hanya itu, pengakuan kepada kepolisian Ia juga mengonsumsi narkoba selama 4 tahun terakhir ini.

"Kita sudah tes urine pelaku, dan hasilnya positif. Di mana halusinasi pelaku dampak dari pemakaian barang haram itu, juga menjadi pemicu pelaku memosting ujaran kebencian tersebut,"katanya.

"Yang bersangkutan mengonsumsi narkoba jenis sabu," sambungnya.

Selain itu, pada postingan terakhir, pelaku tak hanya mengonsumsi sabu, tapi juga mengonsumsi minuman beralkohol berupa arak.

"Jadi ini bisa menjadi pemicu, karena diluar kesadaran. Saat ini pelaku terus kita amankan dan kita akan tetapkan penahanan nya malam ini," tukasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved