Indonesia Bersuara Kalbar Dukung KPU dan Bawaslu, Gelar Unjuk Rasa di Digulis Untan

Najib mengimbau kepada kedua pendukung paslon presiden/wakil presiden untuk bersabar menunggu hasil rekapitulasi resmi dari KPU yang akan diumumkan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Ketua Panitia Najib Amrullah saat menyampaikan sambutan di pembukaan diskusi publik Indonesia Bersuara Kalbar, di Aula Magister Hukum Untan, Sabtu (30/06/2018). 

Indonesia Bersuara Kalbar Dukung KPU dan Bawaslu, Gelar Unjuk Rasa di Digulis Untan

PONTIANAK - Organisasi massa Indonesia Bersuara Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Digulis Pontianak, Sabtu (4/5/2019) kemarin.

Aksi yang diikuti puluhan massa ini digelar dalam rangka mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bekerja secara profesional dalam menyelesaikan tahapan Pemilu dan Pilpres serentak 2019.

Dalam aksinya, beberapa massa dari Indonesia Bersuara Kalimantan Barat ini tampak berorasi menyerukan bahwa KPU dan Bawaslu netral dan tidak memihak kepada salah satu kontestan Pilpres.

Tampak pula sejumlah massa yang membawa beberapa spanduk yang berisikan dukungan terhadap kedua lembaga penyelenggara Pemilu tersebut.

"Kami dari Indonesia Bersuara Kalimantan Barat melakukan aksi ini dalam rangka mendukung KPU dan Bawaslu bekerja secara profesional sampai dengan berakhirnya tahapan Pemilu dan Pilpres serentak 2019. Kami meyakini bahwa kedua lembaga penyelenggara Pemilu ini sangat netral dan tidak memihak kepada salah satu paslon presiden/wakil presiden tertentu," ujar koordinator aksi Uraidi Ali Syihab saat ditemui di tengah-tengah aksi.

Baca: Indonesia Bersuara Kalbar Selenggarakan Diskusi Publik

Baca: Indonesia Bersuara Diskusikan Cara Cerdas Memilih Pemimpin

Di tempat yang sama, Ketua Indonesia Bersuara Kalimantan Barat Najib Amrullah meminta pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan kinerja KPU dan Bawaslu untuk melaporkannya kepada lembaga yang berwenang. Langkah tersebut dikatakannya jauh lebih baik untuk ditempuh dibandingkan menyuarakan narasi-narasi kebencian yang dialamatkan kepada KPU dan Bawaslu.

"Misalnya benar telah terjadi kecurangan, silakan laporkan kepada lembaga yang berwenang. Itu jauh lebih baik untuk dilakukan ketimbang membangun narasi kebencian untuk kemudian dialamatkan kepada KPU maupun Bawaslu" ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Najib juga mengimbau kepada kedua pendukung paslon presiden/wakil presiden untuk bersabar menunggu hasil rekapitulasi resmi dari KPU yang akan diumumkan pada 22 Mei 2019 mendatang.

Selama menunggu selesainya proses tersebut, masyarakat Kalbar juga dimintanya untuk tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita bohong yang berkaitan erat dengan isu Pilpres.

Baca: Indonesia Bersuara Kalbar Diskusikan Upaya Menangkal Paham Radikalisme

"Tim sukses, relawan, simpatisan dan para pendukung kedua paslon hendaknya bisa menahan diri hingga KPU mengumunkan hasil rekapitulasi resmi pada 22 Mei nanti. Kepada masyarakat Kalbar, kita minta supaya tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita palsu, terutama yang berkenaan dengan isu Pilpres," tukasnya.

Aksi yang mendapat pengawalan dari aparat kepolisian ini pun ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap. Adapun isi pernyataan sikap tersebut sebagai berikut.

1. Mengapresiasi KPU dan Bawaslu yang telah bekerja secara profesional

2. Hentikan narasi kebencian yang menyerang KPU dan Bawaslu

3. Mengajak masyarakat untuk bersama-sama menunggu hasil Pemilu dengan damai. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved