Dewan Desak Pemda Realisasikan Pembentukan BNN di Ketapang

Anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani menilai pentingnya keberadaan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kabupaten Ketapang

Dewan Desak Pemda Realisasikan Pembentukan BNN di Ketapang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SUBANDI
Anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani 

Dewan Desak Pemda Realisasikan Pembentukan BNN di Ketapang

KETAPANG -  Anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani menilai pentingnya keberadaan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kabupaten Ketapang.

Hal tersebut merujuk dengan banyaknya jumlah kasus-kasus narkoba yang terjadi di Kabupaten Ketapang.

"Baik pemakai ataupun pengedar, ini sungguh membuat kita prihatin dengan kasus kejahatan narkoba yang sudah luar biasa terjadi di Ketapang," ungkapnya, Minggu (05/05/2019).

Bahkan Sani menilai, peredaran narkoba juga sampai ke daerah pelosok Ketapang yang bukan tidak mungkin menyasar para generasi muda di daerah.

Untuk itu, ia pun berharap BNN segera dibentuk di Kabupaten Ketapang dan dalam hal ini Pemerintah Daerah (Pemda) diminta untuk terus melakukan koordinasi dan jemput bola agar keberadaan BNN bisa dapat terealisasi.

Baca: Segera Bentuk BNN, Pemda Ketapang Telah Sampaikan Proposal Pembentukan Ke BNNP

Baca: Pemerintah Indonesia Tetapkan 1 Ramadan 1440 H Jatuh pada Senin 6 Mei 2019, 9 Petugas Melihat Hilal

Baca: Sambut Ramadan Harga Sembako dan Lauk-pauk Melambung, Pembeli Minta Pemerintah Lakukan Sidak

"Apalagi dulu Pemda sudah bilang kalau BNN akan segera ada di Ketapang, tapi sampai sekarang tidak ada, makanya kita pertanyakan janji itu. Kita berharap Pemda terus jemput bola dan sampaikan kendala apa yang dihadapi dalam pembentukan BNN ke DPRD agar bisa sama-sama mencari solusinya soalnya sampai saat ini tidak ada disampaikan ke DPRD terkait persoalan ini," akunya.

Lebih lanjut Sani melihat keberadaan BNN tentunya tak hanya sebatas membantu memberantas tetapi juga dapat melakukan pembinaan.

"Dengan luas wilayah dan akses masuk yang mudah maka peredaran narkoba bukan tidak mungkin terus menjamur. Apalagi selama ini kebanyakan yang diamankan hanya sebatas pada pengedar bukan pemasok atau bandar narkobanya," terangnya.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved