Balap Liar Resahkan Warga Kayong Utara

Warga Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, diresahkan dengan aksi balap liar sepeda motor yang kerap berlangsung di Jalan Lingkar Luar

Balap Liar Resahkan Warga Kayong Utara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ADELBERTUS CAHYONO
Sejumlah pengendara melintas di Jalan Lingkar Luar, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (5/5/2019). 

Balap Liar Resahkan Warga Kayong Utara

KAYONG UTARA - Warga Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, diresahkan dengan aksi balap liar sepeda motor yang kerap berlangsung di Jalan Lingkar Luar saat malam hari.

Bahkan, aksi tersebut masih sempat terjadi pada Sabtu (4/5/2019) malam.

Warga setempat, Mustarif menuturkan, aksi balap liar oleh sekelompok remaja ini dilakukan hampir setiap malam.

Mereka kerap beraksi mulai sekitar Pukul 21.00 WIB hingga tengah malam. Aksi tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

"Hampir tiap malam. Bukan cuma malam Minggu. Tapi, malam Minggu itu yang ramai, sampai sekitar 30 motor yang kumpul," kata Mustarif, Minggu (5/5/2019).

Baca: RAMALAN ZODIAK Senin 6 Mei 2019, Libra Merasa Terganggu, Kesulitan Kecil Capricorn, Jangan Khawatir!

Baca: FOTO: Pawai Obor Inisiasi Aliansi Pergerakan Pemuda Islam Ramaikan Masjid Mujahidin hingga Jalan

Baca: Harga 1 Ekor Daging Ayam di Hypermart Hanya Rp 29.900

Mustarif mengatakan, dia dan sejumlah warga setempat sangat terganggu dengan aksi balap liar tersebut, karena membuat kebisingan.

Terlebih, sepeda-sepeda motor para remaja itu menggunakan knalpot racing yang menimbulkan suara kencang.

"Apalagi saya ada anak kecil (bayi), benar-benar terganggu. Mereka putar baliknya itu pas di depan rumah saya," ungkap Mustarif.

Mustarif mengaku sudah kerap meminta sekelompok remaja itu untuk bubar dan tidak lagi menggelar aksi serupa. Warga setempat pun sudah kerap memarahi mereka.

Akan tetapi, kata Mustarif, himbauan warga tidak pernah digubris.

Oleh karenanya, Mustarif meminta aparat kepolisian segera bertindak agar aksi tersebut tidak terulang kembali.

Sebab, selain mengganggu ketenangan warga, dikhawatirkan aksi berbahaya itu membuat para remaja itu celaka.

"Kalau kita yang melarang lagi takutnya malah bikin kelahi. Nanti kita malah dibilang main hakim sendiri. Kita mau aparat tegas lah, supaya mereka jera," pungkas Mustarif.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved