Tak Jera Bermain Layangan, Edi Kamtono Harap Pemain Layangan di Tipiring Hingga Rp 50 Juta

Korban akibat layangan kembali terjadi, diawal tahun ini setidaknya sudah ada beberapa warga Pontianak yang meninggal karena tali layangan

Tak Jera Bermain Layangan, Edi Kamtono Harap Pemain Layangan di Tipiring Hingga Rp 50 Juta
GRAFIS TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DIKA
MAUT Tali Layangan, Bocah SD Tewas Saat Tolong Adiknya hingga Niat Baik Agustami Berujung Kematian 

Tak Jera Bermain Layangan, Edi Kamtono Harap Pemain Layangan di Tipiring Hingga Rp 50 Juta  

PONTIANAK - Korban akibat layangan kembali terjadi, diawal tahun ini setidaknya sudah ada beberapa warga Pontianak yang meninggal karena tali layangan baik masyarakat yang lewat maupun pemainnya sendiri.

Kamis (2/5) kemarin kembali terjadi gelasan layangan yang melintang di Jalan Gajahmada memakan korban seorang anak yang terluka diwajahnya. Beruntung bagi sang anak hanhmya mengalami luka dan cepat ditangani.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengutuk keras atas perlakukan masyarakat yang seoalah-oleh tidak memperhatikan keselamatan orang lain tersebut.

"Kemarin ada yang meninggal di Sungai Beliung dan ada lagi anak luka kena gelasan layangan. Sangat mengerikan lihatnya, bayangkan kalau kita, anak kita dan keluarga yang terkena seperti itu muka luka dan hampir kemata," ucap Edi Kamtono menjelaskan keadaan korban yang terjadi di Jalan Gajahmada, Jumat (3/5/2019).

Baca: Viral Aksi Jimin Boy With Luv Terekam Fancam di BBMA Hingga Pecahkan Rekor

Baca: Fakta-fakta & Kronologi Ayah Tiri di Kalbar Habisi Anaknya Seusai Persetubuhan Terlarang

Baca: BREAKING NEWS - Oknum Polisi Kalbar Cabuli Gadis Usia 13 Tahun, Ipda AD Ancam Bakar Rumah Korban

Ia meminta masyarakat untuk tidak bermain layangan, tidak boleh ada lokasi di Pontianak ini untuk bermain layangan.

"Tolonglah warga Kota Pontianak berhenti dan stop main layangan. Kita sudah tegas, Satpol PP setiap hari merazia dan ketika melihat layangan diatas langsung bergerak," tegasnya.

Selama ini, ia mwnjelaskan pemain layangan ditangkap dan disita oleh Satpol PP dan tim yang merazia. Namun permasalahannya hukumnya hanya Tindak Pidana Ringan.

"Kita menangkap dan diajukann kepengadilan ternyata hanya didenda Rp100 ribu, Rp200 ribu oleh hakim, sehingga tidak menimbulkan efek jera. Beda dengan denda Rp20 juta sampai Rp50 juta pasti kan memberikan efek jera," tambahnya.

Bersama Kapolresta disebutnya telah membuat maklumat dan Kapolres sedang menyelidiki siapa yang main layangan akan dipidana karena mencelakakan orang lain.

"Main layangan inikan, main dikubu raya putus dan benangnya terbang ke Pontianak begitu juga sebaliknya. Tindakan tegas kita terapkan, yang membuat dan menjual juga diamankan dan akan di Tipiring. Perwa akan kita pertegas dan diperluas lagi," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved