Pengukuhan Bunda PAUD Provinsi Kalbar dan Kabupaten-Kota, Dilantik Langsung Gubernur Sutarmidji

Usai dilantik selaku Bunda PAUD Kalbar, Lismaryani mengatakan setelah pengukuhan ini, ia selaku bunda PAUD Provinsi Kalbar akan bersinergi

Pengukuhan Bunda PAUD Provinsi Kalbar dan Kabupaten-Kota, Dilantik Langsung Gubernur Sutarmidji
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama usai pengukuhan Bunda Paud Provinsi Kalbar, dan Bunda Paud Kabupaten dan Kota di Hotel Kapuas Palace, Jumat (3/5/2019). 

Ia mengatakan saat ia menjadi bunda Paud kota Pontianak pada tahun 2005 sudah diresmikan 60 kelompok Paud.

"Anak paud rentang usia dari 0-5 tahun jadi mereka adalah usia bermain bukan belajar. Jadi saya ubah 30 kelompok paud di 6 kecamatan paudnya gratis," ujarnya.

Ada beberapa PAUD yang masih menggunakan ruangsn seadanya, seperti di Kelurahan Siantan saat itu masih menggukan kantor Lurah dan belajarnya dari jam 8.00 sampai 10.00, dan dibantu dari APBD dinas pendidikan Kota Pontianak.

Murid juga mendapatkan bantuan makanan satu bulan sekali dari dinas kesehatan seperti bubur kacang hijau ,dan susu.

"Itu memang PAUD binaan PKK gratis karena memang khusus untuk anak-anak yang kurang mampu," ujarnya.

Ia berharap Kabupaten lain bisa mencontoh kelompok Paud yang ada di Kota pontianak .

Baca: Edi Kamtono: Guru PAUD Harus Sabar Mendidik Siswa

Baca: Mayor Inf Dwi Agung Resmikan PAUD Wanara Sakti di Lubuk Tengah‎, Sanggau

"Saya juga sampaikan ke walikota Singkawang yang hadir, dan kebetulah juga sebagai Bunda PAUD kota Singkawang untuk bisa sinergikan dengan dinas pendidikan untuk membantu anak-anak yang tidak mampu," imbuhnya.

Pendataan bisa diambil dari data desa , kelurahan, untuk anak-anak yang ingin sekolah dan memang PAUD ini juga gratis.

"Untuk berkaitan dengan angka stunting itu berkaitan dengan keluarga pada saat ibunya mengandung dan asupan gizi harus dijaga seperti orang yang kurang mampu," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa dulu pada tahun 2015 ada program sms bunda dan hanya kota Pontianak yang mendapatkan program tersebut.

Jadi dari android bunda sudah tahu jadwalnya periksa kehamilan.

Ia juga menginginkan dari 14 kabupaten kota semuanya bisa seperti itu.

"Setelah lebaran juga saya akan berkunjung ke Paud yang ada di kabupaten dan kota untuk menilai apakah Paud itu aktif atau tidak dan akan saya nilai, dan saya akan berkunjung hingga ke desa-desanya," tutupnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved