Laju Pertumbuhan Industri Lambat, Ria Norsan: Pekerjaan Rumah yang Harus Dibenahi

Ria Norsan menuturkan pertumbuhan sektor industri Kalbar masih cenderung lambat, bahkan sempat mengalami deindustrialisasi

Laju Pertumbuhan Industri Lambat, Ria Norsan: Pekerjaan Rumah yang Harus Dibenahi
TRIBUNPONTIANAK/Hamdan
Pembukaan e-Smart IKM di Hotel Golden Tulip, Kamis (2/5/2019) 

Laju Pertumbuhan Industri Lambat, Ria Norsan: Pekerjaan Rumah yang Harus Dibenahi

PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan menuturkan pertumbuhan sektor industri Kalbar masih cenderung lambat, bahkan sempat mengalami deindustrialisasi sejak tahun 2000 hingga tahun 2015 (yaitu dari 24,1 % kontribusinya di Tahun 2000 menjadi tinggal 15,80% pada Tahun 2015) dan baru mulai meningkat kembali sejak tahun 2016.

Dirinya memaparkan laju perkembangan industri Kalbar masih sangat lambat, hal itu disebabkan adanya permasalahan mendasar yaitu minimnya infrastruktur pendukung industri utamanya pelabuhan laut yang saat ini sedang dalam penyelesaian, jalan dan jembatan yang sesuai dengan kebutuhan kawasan industri).

Selain itu, lanjut Norsan perwilayah industri (belum adanya Kawasan industri dan sentra IKM by design yang beroperasi) dan yang ketiga, tingkat kompetensi dan pendidikan sumber daya manusia (SDM) yang diukur dari lama rata-rata sekolah di Kalbar baru mencapai 7,05 Tahun.

Baca: Agenda Edi Kamtono Hari Ini, Satu Diantaranya Menyambut Kafilah STQ Terbaik Dari Kota Singkawang

Baca: Lomba Gerak Jalan Indah HUT Kota Sintang ke-657 Angkat Tema Bhinneka Tunggal Ika

Baca: Miss Indonesia Kalbar Lakukan Program Nyata di Dunia Pendidikan

"Kami menyadari dengan masih banyaknya pekerjaan rumah yang harus dibenahi untuk menjadikan Kalbar yang berdaya saing untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya tentu hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Kalbar, apalagi kita sudah memasuki tahap Revolusi Industri 4.0 yang telah mengubah hidup dan kerja manusia secara fundamental.

"Berbeda dengan revolusi industri sebelumnya, revolusi industri generasi ke 4 ini memiliki skala, ruang lingkup dan kompleksitas yang lebih luas, karena kemajuan teknologi baru ini telah mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis sehingga mempengaruhi semua disiplin ilmu ekonomi, industri dan pemerintahan," ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved