Diusia Remaja Divonis Mengidap Diabetes Melitus, Rezki Tetap Semangat Bersama JKN-KIS

Fablatul Wasilah (41) ibunda dari Rezki menceritakan pengalaman yang dirinya jalani selama menemani buah hatinya menjalani pengobatan.

Diusia Remaja Divonis Mengidap Diabetes Melitus, Rezki Tetap Semangat Bersama JKN-KIS
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Rezki Saputra (19 Tahun) 

Diusia Remaja Divonis Mengidap Diabetes Melitus, Rezki Tetap Semangat Bersama JKN-KIS

SAMBAS – “Sakit memang tidak mengenal usia” mungkin ungkapan ini yang tepat menggambarkan kondisi Rezki Saputra (19 th) ketika usia 14 tahun dirinya telah divonis menderita diabetes mellitus tipe 1.

Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit yang timbul akibat pola hidup yang tidak sehat, dan dampaknya bisa menyebabkan komplikasi yang lebih serius lagi. Diabetes menjadi ancaman yang serius bagi setiap orang, selain mengancam nyawa, diabetes juga membawa dampak finansial bagi setiap penderitanya.

Tim berkesempatan bertemu dengan Rezki dan ibundanya saat sedang melakukan pemeriksaan tahunan sebagai peserta Prolanis di Apotik Medika Sambas, Senin (29/04/2019).

Baca: Hadiri Ranham BPJS Kesehatan Tak Mau Lewati Kesempatan Sosialisasikan Program JKN-KIS

Baca: Bagaimana Cara Mengganti FKTP BPJS Kesehatan

Baca: Bayar Iuran BPJS Kesehatan, Bisa Melalui Tempat-tempat Ini

Fablatul Wasilah (41) ibunda dari Rezki menceritakan pengalaman yang dirinya jalani selama menemani buah hatinya menjalani pengobatan.

“Waktu itu anak saya Rezki masih kelas 2 SMP, tiba-tiba dia demam yang tak kunjung sembuh akhirnya kami bawa ke rumah sakit, saat itu saya kira anak saya kena tipes atau semacamnya, namun ternyata dokter bilang dia menderita Diabetes mellitus tipe 1” ujarnya

Fablatul melanjutkan ceritanya, perasaannya begitu hancur dan sedih mendengar pernyataan dokter bahwa anaknya yang masih remaja akan terus bergantung dengan suntikan insulin.

“Sedih dan hancur rasanya melihat anak saya harus dirawat intensif di ruang ICU sampai 8 malam dan kata dokter anak saya mulai sekarang harus terus diberikan suntikan Insulin setiap hari,” ujarnya sambil menahan kesedihannya.

Fablatul menambahkan saat itu dirinya dan suaminya juga sempat bingung memikirkan biaya yang harus dikeluarkan, karena ternyata anaknya juga mengalami batu ginjal dan harus menjalani operasi. Namun dirinya bersyukur karena setelah operasi dilaksanakan ternyata seluruh biaya pengobatan buah hatinya dijamin oleh Program JKN-KIS.

“Saya sangat bersyukur ada Program JKN KIS, ternyata seluruh biaya pengobatan anak kami dijamin, anak saya harus mendapatkan suntikan insulin setiap hari yang pasti biayanya tidaklah murah dan sekarang biaya operasi pun ternyata dijamin” ujarnya.

Rezki pun ikut mengucapkan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan telah hadir memberikan semangat untuk dirinya menjalani hidupnya dan membantu meringankan beban kedua orangtuanya.
Tak lupa di akhir wawancara Rezki mengucapkan terima kasih banyak kepada BPJS Kesehatan yang telah menjamin semua biaya pengobatan selama ini.

“Tentunya semua itu tidak terlepas dari bantuan seluruh masyarakat yang sehat yang terus ikhlas membayarkan iurannya sehingga saya bisa merasakan manfaat dari program JKN KIS ini,terima kasih banyak, saya akan terus semangat menjalani semuanya karna saya tahu Program JKN KIS ini ada bersama saya dan keluarga,” tutur Rezki. (*)

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved