Warga Nanga Kelampai Bersyukur Listrik PLN Masuk Desa

Setiap harinya lanjut Ester, dirinya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 30 ribu untuk membeli bahan bakar agar mesin genset dapat dioperasikan.

Warga Nanga Kelampai Bersyukur Listrik PLN Masuk Desa
DOK/PLN UIW Kalbar
Petugas PLN menyalakan listrik di rumah satu di atara warga Desa Nanga Kelampai Kecamatan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang. 

Warga Nanga Kelampai Bersyukur Listrik PLN Masuk Desa 

KETAPANG - Senyum Ester (42), seorang warga Desa Nanga Kelampai Kecamatan Tumbang Titi terlihat sumringah saat menghadiri peresmian pengoperasian listrik di Desa Nanga Kelampai, Selasa (30/4/2019).

Baca: Perlindungan Internet Aman Bagi Anak Penting

Baca: Hasil DPR RI Wilayah Kalbar Sementara, Partai Koalisi Jokowi Kumpulkan 67,45 Persen, Prabowo 32,55%

Desa Nanga Kelampai merupakan satu dari 6 desa yang juga turut diresmikan penyalaan listriknya, yakni Desa Menyumbung, Benua Krio, Air Durian Jaya, Mekar Sari, dan Jungkal.

Wanita paruh baya yang sehari-harinya membuka toko kelontong didepan rumahnya ini mengaku sangat bersyukur karena PLN telah mewujudkan impian warga desa untuk dapat menikmati listrik.

"Selama ini kami mengandalkan mesin genset untuk lampu penerangan di rumah, itupun hanya bisa menyala antara 3 hingga 4 jam dimalam hari," ujarnya.

Setiap harinya lanjut Ester, dirinya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 30 ribu untuk membeli bahan bakar agar mesin genset dapat dioperasikan.

"Belum lagi biaya perbaikan jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan. Pengeluaran Rp 1 juta setiap bulan untuk menghidupkan genset. Buat warga desa seperti kami ini sungguh sangat memberatkan," ungkap Ester.

Ester juga mengeluhkan suara genset yang sangat bising yang harus mereka dengar selama puluhan tahun saat malam tiba.

Ketiadaan listrik menurutnya juga menghambat segala aktifitas warga. Jika malam tiba nyaris seluruh aktifitas jadi terhambat. Masuknya listrik PLN tentunya akan membuat segalanya jadi lebih mudah. Seluruh aktifitas dapat kami lakukan kapan saja tanpa hambatan.

"Kini kami bisa menikmati listrik kapanpun. Anak-anak bisa belajar dengan tenang. Pastinya peluang usaha pun akan terbuka. Rencananya saya mau membuka usaha pembuatan es batu dan suami ingin membuka usaha bengkel motor," ujar Ester.

Ester juga berharap agar PLN meningkatkan upaya pembangunan jaringan listrik ke desa-desa agar semakin banyak warga desa yang akan menikmati listrik dari PLN.

Penduduk Desa Nanga Kelampai sendiri rata-rata bekerja di kebun sawit dan karet. Butuh waktu 4 jam perjalanan dari Kota Ketapang menuju Desa Nanga Kelampai dengan kondisi jalan yang sangat memperihatinkan.

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved