Tanggapan Presma IKIP PGRI Pontianak Saat Hadiri Silaturahmi Kebangsaan

Presiden mahasiswa IKIP PGRI Pontianak, Zulfikri mengatakan kegiatan Silahturahmi Kebangsaan mengangkat tema Generasi Milenial

Tanggapan Presma IKIP PGRI Pontianak Saat Hadiri Silaturahmi Kebangsaan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto Presiden mahasiswa IKIP PGRI Pontianak, Zulfikri saat menghadiri Silaturahmi kebangsaan yang digelar digedung rektorat Untan pada Kamis (2/4/2019) 

Tanggapan Presma IKIP PGRI Pontianak Saat Hadiri Silaturahmi Kebangsaan

PONTIANAK - Presiden mahasiswa IKIP PGRI Pontianak, Zulfikri mengatakan kegiatan Silahturahmi Kebangsaan mengangkat tema Generasi Milenial, Generasi Z Generasi Panacisal (Meneguhkan persatuan dan kebhinekaan di Kalbar) adalah acara yang sangat luar biasa.

Acara digelar di Ruang Rektorat lantai 3 Untan, kamis (2/4/019).

Ia mengatakan acara tersebut sangat luar biasa dikarenakan dihadiri oleh stakeholder di Kalimantan Barat Seperti Gubernur Kalimantan Barat, DPRD Provinsi Kalimantan Barat komisioner KPU Kalimantan Barat, komisioner Bawaslu Kalimantan Barat, para tokoh agama di Kalimantan Barat, para Rektor kampus PTN dan PTS di Kota Pontianak ketua OKP se Pontianak, ketua BEM se-kota Pontianak, dan juga mahasiswa se-kota Pontianak.

"Ini adalah forum silaturahmi untuk kita sebagai masyarakat Kalbar, khususnya umat beragama dari sini menunjukkan bahwa keberagaman di Kalbar sangat banyak dengan berbagai sukunya dan agamanya maka dari itu nilai persatuan harus kita miliki mulai dari diri sendiri hingga ruang lingkup masyarakat," ucapnya.

Baca: Resmikan Kantor Baru, Kejari Ketapang Akan Tingkatkan Pelayanan

Baca: Kapolda Kalbar Apresiasi Acara Silahturahmi Kebangsaan Bersama FKUB Kalbar dan Perguruan Tinggi

Baca: 160 Tim Gabungan Bersenjata Lengkap Amankan Pleno Kabupaten Mempawah

Dirinya berharapa ini tidak menjadi seremonial belaka, kebebasan dalam beragama berbudaya itu harus dimiliki jangan sampai kejadian provokatif yang sebelumnya terjadi bahkan baru-baru ini terjadi di Pontianak tidak terjadi lagi.

Dari kegiatan ini juga bisa menumbuhkan rasa kecintaan kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti yang tertanam di Bhinneka Tunggal Ika walaupun berbeda-beda tapi tetap satu jua.

Ia mengatakan dalam forum ini juga diangkat terkait pelaksanaan Pemilihan Umum serentak di Kalimantan Barat, puji syukur pada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kelancaran atas terselenggaranya pemilu serentak di Kalimantan Barat dengan damai dan tentram.

"Kami juga mengapresiasi kepada KPU dan Bawaslu serta pihak keamanan seperti TNI dan Polri yang sudah bekerja keras demi terselenggaranya Pemilu damai di Kalimantan Barat," ucapnya

Zulfikri juga meminta masyarakat sama-sama kawal tahapan Pemilu serentak ini sampai tanggal 22 Mei nanti.

Percayakan semuanya kepada KPU dan Bawaslu terkait pelaksanaan ini, tunggu dengan damai hasil hasil real count dari KPU nanti.

Stop ujaran kebencian kepada KPU Bawaslu dan para calon berbeda pilihan itu biasa akan tetapi diharus terima lapang dada hasil penghitungan dari KPU nantinya yang terakhir.

Jadikan Pemilu serentak ini menjadi pendidikan demokrasi untuk masyarakat agar kedepannya wawasan kebangsaan khususnya dalam berdemokrasi lebih meningkat lagi dan juga jadikan ini sebuah bahan evaluasi kepada pihak penyelenggara maupun sebagai rakyat indonesia. Agar tidak ada lagi korban korban jiwa dalam pelaksanaan pesta demokrasi kita.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved